SIDOARJOSATU.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo meluruskan informasi terkait data pelajar yang terjangkit HIV di Kota Delta. Berdasarkan data kumulatif sejak 2001 hingga Juni 2026, tercatat 60 kasus HIV pada kelompok usia 11-17 tahun, bukan 522 kasus seperti informasi yang beredar.
Dari jumlah tersebut, tujuh orang meninggal dunia, sementara 53 lainnya masih hidup dan mendapatkan pendampingan serta pengobatan antiretroviral (ARV) secara rutin.
BACA JUGA: Mantan Dirut Kebun Binatang Surabaya Jadi Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Capai Rp10,2 Miliar
“Kalau pelajar bisa kita klasifikasikan berdasarkan usia 11 hingga 17 tahun. Berdasarkan data kami, tercatat 60 kasus sejak 2001 hingga 2026. Dari jumlah tersebut, tujuh orang telah meninggal dunia. Dengan demikian, saat ini tersisa 53 kasus pada kelompok usia 11 hingga 17 tahun,” ujar Lakshmie. Rabu (22/7/2026).
Masih kata Lakshmie, pada kelompok usia 0-10 tahun tercatat 117 kasus HIV. Sebanyak 35 anak meninggal dunia, 50 berstatus lost to follow-up (LFU), sedangkan 32 anak masih rutin menjalani terapi ARV.
Sehingga menurutnya, pasien yang sedang menjalani pengobatan tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri, karena mereka harus mendapatkan pendampingan.
Jadi mereka perlu adanya pendampingan dari tenaga kesehatan, dan bersama komunitas pendamping agar tetap disiplin menjalani terapi dan terhindar dari stigma sosial.
“Prinsipnya kami selain dari Dinas Kesehatan juga ada sejawat yang melakukan pendampingan kepada mereka yang dinyatakan ODHIV,” terangnya.
Pasalnya, pendampingan tersebut untuk memberikan support supaya stigma di masyarakat berkurang dan yang bersangkutan tetap rajin minum ARV.
Selain itu, kepatuhan mengonsumsi ARV menjadi kunci utama pengendalian HIV. Karena terapi yang dijalani secara rutin mampu menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi, sehingga risiko penularan kepada orang lain dapat ditekan.
“Harapannya, ketika dilakukan pemeriksaan, viral load sudah semakin sedikit bahkan tidak terdeteksi lagi sehingga tidak berisiko menularkan,” tegasnya.
BACA JUGA: Tim Pengadilan Negeri Sidoarjo vs SIWO PWI Futsal Bareng Perkuat Sinergi dan Komunikasi
Oleh karena itu, meski kondisi sudah membaik, pasien tetap harus melanjutkan pengobatan sesuai dosis dan jadwal.
Disebutkan, saat ini secara kumulatif Dinkes Sidoarjo telah mencatat 7.230 kasus HIV sejak 2001 hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, 1.708 pasien meninggal dunia. Sementara 810 lainnya berstatus lost to follow-up.
“Dari total LFU itu, 565 orang berdomisili di luar Kabupaten Sidoarjo, 52 orang menolak melanjutkan pengobatan, dan 193 orang tidak berhasil ditemukan meski telah dilakukan penelusuran,” pungkasnya. (zal)






