Bakorwil Malang Perkuat Sinergi TPID dan RIRU, Dorong Pengendalian Inflasi dan Investasi Jatim

oleh -89 Dilihat
oleh
Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar saat kegiatan berlangsung. (Ist)

MALANG, SIDOARJOSATU.COM — Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Malang Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Forum Investasi Regional Investor Relation Unit (RIRU) bersama pemerintah kabupaten/kota, sebagai upaya memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan peningkatan investasi di Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jatim, Bank Indonesia, serta pemerintah daerah di wilayah kerja Bakorwil Malang dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar, menegaskan bahwa pengendalian inflasi dan penguatan investasi merupakan dua agenda strategis yang harus berjalan beriringan.

Baca juga: Majelis Hakim Vonis Tiga Terdakwa Kades Nonaktif dalam Rekayasa Rekrutmen Perangkat Desa Kediri

“Sinergi dan kolaborasi lintas daerah menjadi kunci untuk menjaga stabilitas inflasi sekaligus mengakselerasi investasi. Tantangan ekonomi tidak mengenal batas administratif, sehingga diperlukan koordinasi yang solid antar daerah,” ujar Asep Kusdinar, Selasa (5/5/2026).

Berdasarkan data terkini, inflasi Jawa Timur pada awal 2026 masih berada dalam kisaran terkendali, sementara pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif yang ditopang oleh konsumsi dan investasi. Kondisi ini menjadi modal penting untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah.

Dalam forum tersebut, dibahas sejumlah langkah strategis, di antaranya penguatan ketahanan pangan, kelancaran distribusi, pemanfaatan digitalisasi dalam pengendalian inflasi, serta pengemasan potensi unggulan daerah menjadi peluang investasi yang menarik dan kompetitif.

Wilayah kerja Bakorwil Malang memiliki beragam potensi unggulan, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, industri kreatif, hingga ekonomi digital. Potensi tersebut terus didorong menjadi kekuatan ekonomi baru melalui promosi investasi yang terintegrasi dan berbasis kawasan.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Kolaborasi dengan BNPB, Perkuat Penanganan Banjir Tahunan

“Kegiatan ini juga menjadi wadah peningkatan kapasitas bagi TPID dan RIRU agar lebih adaptif dalam membaca dinamika ekonomi serta responsif dalam merumuskan kebijakan berbasis data,” terangnya.

Masih kata Asep, Bakorwil Malang mengemukakan perannya sebagai simpul koordinasi antar daerah, yang tidak hanya memperkuat sinergi dan kolaborasi, tetapi juga mempercepat komunikasi, dan memastikan kebijakan berjalan efektif serta berdampak langsung bagi masyarakat.

“Melalui penguatan sinergi dan kolaborasi ini, diharapkan stabilitas harga tetap terjaga, iklim investasi semakin kondusif, serta pertumbuhan ekonomi daerah dapat berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Jawa Timur, khususnya di wilayah kerja Bakorwil Malang,” pungkasnya. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.