SIDOARJOSATU.COM — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Langkah kolaboratif ini merupakan wujud komitmen kedua lembaga dalam memperkuat literasi politik masyarakat sekaligus mengoptimalkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kabupaten Sidoarjo.
MoU ditandatangani oleh Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., dan Ketua Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, Agung Nugraha, S.H. Kemitraan ini membuka ruang bagi kedua lembaga untuk mengembangkan berbagai kegiatan kepemiluan yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat, sekaligus memperkuat pemahaman serta partisipasi dalam pengawasan pemilu.
Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menilai kolaborasi antara lembaga pendidikan dan Bawaslu diperlukan untuk bersama-sama memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun sikap kritis mahasiswa dan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu.
Baca juga : Bawaslu Goes To School : Siapkan Pemilih Pemula Berintegritas
“Kolaborasi antara lembaga pendidikan dengan Bawaslu sangat diperlukan dalam rangka bersama-sama melaksanakan pendidikan politik kepada masyarakat. Masyarakat perlu dididik agar kritis terhadap penyelenggaraan pemilu, menjadi pemilih yang cerdas, tidak mudah termakan hoaks, serta memiliki sikap untuk menolak politik uang,” ujar Hadi, Kamis, (17/9/2026).
Menurut Hadi, sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan sekaligus pengalaman langsung terkait kepemiluan. Bentuknya antara lain kuliah tamu, pendampingan Pemilu Raya BEM, KKN Tematik, serta program magang.
Melalui berbagai bentuk kegiatan tersebut, mahasiswa memiliki ruang untuk belajar, berdiskusi, dan terlibat langsung dalam isu kepemiluan serta pengawasan partisipatif.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, Agung Nugraha, S.H., menyampaikan bahwa pengawasan pemilu membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi. Menurutnya, kampus dapat menjadi salah satu ruang strategis untuk memperluas pemahaman kepemiluan sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengawasan partisipatif.
“Sinergi dengan kalangan akademisi dari UNUSIDA merupakan energi positif yang luar biasa bagi Bawaslu Sidoarjo. Kami tidak hanya terbantu dalam menyosialisasikan nilai-nilai demokrasi, tetapi Bawaslu juga dapat menjadi laboratorium praktis bagi para mahasiswa melalui KKN Tematik dan program magang,” ujar Agung.
Disamping itu, melalui kerja sama dengan UNUSIDA, pihaknya juga ingin membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memahami kepemiluan sekaligus mengambil bagian dalam pengawasan partisipatif.
“Melalui kolaborasi ini, Bawaslu Sidoarjo berharap iklim demokrasi yang sehat dan berintegritas dapat terus terbangun dari akar rumput, sekaligus melahirkan generasi muda terdidik yang melek politik dan aktif mengawasi jalannya proses demokrasi,” tandasnya. (SS-3).






