SIDOARJOSATU.COM – Lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang hari besar agama nasional memaksa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat. Pemkab Sidoarjo lakukan operasi pasar.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo memastikan akan menggelar empat kali distribusi bahan pokok murah hingga Maret mendatang guna meredam gejolak pasar dan menahan beban masyarakat.
Kepala Disperindag Sidoarjo, Widiyantoro Basuki, saat rapat di pendopo Delta Wibawa, Kamis (12/2) menyampaikan bahwa salah satu fokus distribusi yang dilakukan adalah salah satunya minyak goreng Minyak Kita.
Baca juga: Antisipasi Melonjaknya Kebutuhan Pokok Jelang HBN, Pemkab Sidoarjo Bakal Gelar Gerakan Pangan Murah
Ia akan mendistribusikan bahan pokok murah tersebut salah satunya ke Pasar Larangan dan Pasar Porong Sidoarjo, serta Pasar Krian.
Langkah tersebut, menurut Widiyantoro diambil menyusul kenaikan harga sejumlah komoditas yang telah melampaui HET.
“Distribusi bahan pokok murah akan kami lakukan empat kali sampai Maret 2026. Salah satunya Minyak Kita yang akan kami salurkan di beberapa pasar,” tegas Widiyantoro.
Berdasarkan pemantauan Disperindag, harga beras premium rata-rata naik dari HET Rp14.900 menjadi Rp15.326 per kilogram. Beras medium dari HET Rp13.500 menjadi Rp13.785 per kilogram.
Sementara minyak goreng Minyak Kita juga mengalami lonjakan, dari HET Rp15.700 per liter menjadi Rp16.916 untuk kemasan pouch, dan Rp17.172 untuk kemasan botol.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah. Dari kisaran HET Rp40.000–Rp57.000 per kilogram, kini meroket hingga Rp76.810 per kilogram.
Baca juga: Sambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Ratusan Siswa KB-TK Al Muslim Sidoarjo Gelar Tarhib Ramadhan
“Khusus beras medium, kami sudah membuat edaran kepada kecamatan yang diteruskan ke desa-desa agar tidak dijual lebih dari Rp13.500,” ungkapnya.
Kendati meski sejumlah komoditas merangkak naik, Widiyantoro menambahkan bahwa pada Februari ini beberapa bahan pokok justru mengalami penurunan harga.
Di antaranya gula pasir dalam negeri, daging ayam broiler, telur ayam ras, daging sapi, serta cabai merah besar keriting. Sementara komoditas lainnya masih bergerak fluktuatif mengikuti dinamika pasokan dan permintaan pasar.
“Disperindag memastikan akan terus memantau perkembangan harga di lapangan, sekaligus menggencarkan intervensi pasar apabila ditemukan lonjakan signifikan yang berpotensi membebani masyarakat,” pungkasnya. (zal)





