SIDOARJOSATU.COM – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali menggelar kegiatan Doa Bersama 1.000 Anak Yatim yang berlangsung khidmat di Pendopo Delta Wibawa, Minggu (1/2/2026).
Kegiatan penuh makna ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Mochammad Hudori, Kepala P3AKB Kabupaten Sidoarjo Heni Kristiani, Kepala Disporapar Yudhi Irianto, Kabag Hukum Setda Komang Rai Darmawan, Kabag Kesra Setda Musfofi Al Mahalli, perwakilan LKSA, Baznas, serta para pengasuh yayasan yatim piatu se-Kabupaten Sidoarjo.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati menyampaikan permohonan doa bersama demi kemaslahatan dan masa depan Kabupaten Sidoarjo yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa usia Kabupaten Sidoarjo yang telah menginjak 167 tahun merupakan usia yang matang dan membutuhkan kekokohan serta kekompakan seluruh elemen masyarakat.
“Kabupaten Sidoarjo di usia ke-167 ini bukan lagi usia yang muda. Ini usia yang matang, sehingga masyarakatnya harus semakin kokoh dan kompak dalam membangun Sidoarjo ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Baca juga : Bangga Jadi Arek Sidoarjo, KB-TK Al Muslim Peringati Harjasda ke-167 dengan Fashion Show Guk dan Yuk
Fenny juga mengajak seluruh masyarakat untuk menyepakati komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Sidoarjo melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan pentingnya memastikan tidak ada anak-anak di Sidoarjo yang putus sekolah maupun kesulitan mendapatkan layanan kesehatan.
“Jangan sampai ada anak-anak di Sidoarjo yang tidak bersekolah, atau anak yang sakit tidak mendapatkan pelayanan kesehatan. Di Kabupaten Sidoarjo, cukup dengan membawa KTP, masyarakat sudah bisa memperoleh layanan kesehatan secara gratis,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fenny menambahkan bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan momentum untuk merefleksikan dan menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ini adalah pengingat bagi kita semua untuk terus hijrah dari baik menjadi lebih baik, dari lebih baik menjadi sangat baik. Kita juga harus berani saling mengingatkan jika ada perilaku yang kurang baik di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar peduli terhadap lingkungan dan fasilitas umum dengan saling mengingatkan jika menemukan tindakan perusakan atau kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Kegiatan doa bersama ini turut diisi dengan penyerahan bantuan dan sumbangan secara simbolis dari berbagai elemen masyarakat kepada anak-anak yatim piatu yang hadir. Bantuan tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga wujud nyata rasa syukur dan tanggung jawab sosial bersama terhadap generasi penerus bangsa.
Acara yang berlangsung penuh kekhusyukan tersebut ditutup dengan doa dan harapan agar setiap lantunan doa yang dipanjatkan membawa berkah, kedamaian, serta kemakmuran bagi Kabupaten Sidoarjo di masa mendatang. (Hadi)





