SIDOARJOSATU.COM – KB-TK Al Muslim menggelar Sosialisasi Program Sekolah yang dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan ABAKU (Ayah Bunda Bacakan Aku Buku). Kegiatan yang diikuti seluruh orang tua dan murid baru ini, menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menanamkan budaya literasi sejak usia dini.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Badan Pendukung Kegiatan Sekolah (BPKS), Riestyana Indri Hapsari, yang menjelaskan peran BPKS dan koordinator kelas sebagai mitra strategis sekolah dalam menyukseskan berbagai program pendidikan.
Sekretaris Yayasan Al Muslim, Ahmad Fahrizal Rahman, memaparkan arah pengembangan karakter peserta didik melalui enam profil lulusan yang terintegrasi dalam seluruh program sekolah.
Baca juga : Gerakan Abaku: TK Al Muslim Tanamkan Cinta Bahasa dan Literasi Lewat Kegiatan Keluarga
“Dalam menghadapi era digital dan isu global yang kian tidak menentu, Yayasan Al Muslim sudah menyiapkan six profile, yaitu Religious and Social, Personal Excellence, Living Health and Green, Critical and Creative Thinker, Managing and Collaboration, serta Communication,” jelas Ahmad Fahrizal Rahman, Sabtu, (25/7/2026).
Sementara itu, Koordinator Program Mengaji Metode Tilawati, Siti Aslahah, menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam membangun kebiasaan mengaji sejak usia dini.
“Penting kolaborasi sekolah dan orang tua dalam pembiasaan mengaji sejak dini,” ujarnya.

Kepala KB-TK Al Muslim, Triana Dewi, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga. Menurutnya, Gerakan ABAKU dihadirkan sebagai upaya membangun budaya membaca yang dimulai dari rumah.
“Sekolah dan keluarga adalah dua lingkungan belajar utama bagi anak. Ketika keduanya berjalan seiring, insyaallah anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, mandiri, gemar belajar, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Melalui Gerakan ABAKU, kami ingin membangun budaya literasi yang dimulai dari rumah, karena beberapa menit membacakan buku setiap hari akan memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan bahasa, karakter, dan kedekatan emosional anak,” tutur Triana Dewi.
Gerakan ABAKU mengajak seluruh orang tua membiasakan membacakan buku kepada putra-putrinya setiap hari. Kebiasaan sederhana ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku, memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, sekaligus mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.
Antusiasme orang tua terlihat dari dukungan yang disampaikan Seprila Mayang Pakarti, orang tua Chaka, siswa Play Group.
“Program ABAKU sangat menginspirasi kami sebagai orang tua. Selama ini kami mengetahui pentingnya membaca, tetapi melalui sosialisasi ini kami semakin memahami bahwa membacakan buku setiap hari merupakan investasi terbaik bagi perkembangan anak. Kami siap mendukung program-program sekolah agar selaras dengan pembiasaan di rumah,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan M. Badrus Sholeh, ayah Abil, siswa TK A-1.
“Saya mendukung program sekolah yang telah dipaparkan karena sesuai dengan harapan saya untuk pendidikan Abil dan Hamizan,” katanya.
Keceriaan juga tampak dari para murid. Keisya, salah satu peserta didik, dengan antusias menyampaikan keinginannya untuk semakin dekat dengan buku.
“Aku mau dibelikan buku yang gambarnya 3D, aku mau dibacakan Ayah dan Bunda cerita sebelum tidur. Ceritanya seru, nanti aku juga mau bisa membaca,” ucapnya.
Melalui sinergi yang semakin erat antara sekolah dan keluarga, KB-TK Al Muslim diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif, menyenangkan, serta melahirkan generasi yang beriman, berkarakter, cinta literasi, dan siap belajar sepanjang hayat. (Had).








