Pemkab Sidoarjo Bakal Benahi Sistem Pengolahan Sampah Berbasis Digital

oleh -16 Dilihat
oleh
Bupati Sidoarjo, Subandi bersama Dinas DLHK, saat audensi Opsroom Pemkab Sidoarjo, pada Senin (8/5) lalu. (Ist)

SIDOARJOSATU.COM – Upaya penanganan sampah dari hulu hingga hilir sedang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Hal ini dilakukan dengan pemetaan kondisi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang ada di berbagai wilayah.

Tidak hanya itu, penguatan sistem pengelolaan berbasis digital, serta peningkatan fasilitas pengolahan sampah di tingkat desa juga ditingkatkan.

Pasalnya, langkah tersebut untuk meminimalisir krisis kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo Jabon, yang saat ini hanya mampu menampung sampah hingga 7 tahun ke depan.

BACA JUGA: Dukung Swasembada Pangan, Kapolsek Wonoayu Gandeng Gapoktan Desa Popoh Gencarkan Sektor Pertanian

Bupati Sidoarjo, Subandi, mengatakan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama mulai dari pemerintah daerah (Pemda), Kecamatan, Desa, Rukun Tetangga (RT), hingga warga masyarakat.

“Kita sedang berusaha memetakan semua persoalan TPS 3R yang ada di Sidoarjo. Pasalnya, bukan hanya DLHK yang punya tugas ini, melainkan tugas kita bersama,” ujar Bupati Subandi, di Opsroom Pemkab Sidoarjo, pada Senin (8/5) lalu.

Ia menambahkan bahwa seluruh kebijakan penanganan sampah ini akan dipetakan berdasarkan kebutuhan di lapangan dan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kendati demikian, Bupati juga menyampaikan agar langkah pembenahan tersebut segera dimulai agar persoalan sampah tidak semakin besar di masa mendatang.

BACA JUGA: Sengkarut Data SPMB Sidoarjo 2026, Pengamat Endus Celah ‘Penerimaan Non-Sistem’ Akibat Selisih 992 Kursi

“Kalau tidak mulai hari ini, persoalan sampah tidak akan pernah selesai. Semua harus bergerak sesuai tugas masing-masing,” ungkapnya.

Disamping itu juga, Subandi, menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memanfaatkan sistem dashboard digital dalam pengelolaan persampahan.

Pasalnya, sistem tersebut akan digunakan untuk memantau kondisi TPS 3R, pelayanan pengangkutan sampah, hingga tingkat retribusi yang dibayarkan masyarakat.

“Semua harus menggunakan dashboard. Nanti akan terlihat TPS 3R yang sudah berjalan baik, yang masih perlu pembenahan, termasuk wilayah dengan retribusi yang masih rendah. Saya juga minta tolong Kominfo untuk membantu dari sisi teknologi informasinya,” jelasnya.

BACA JUGA: 214 Siswa MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo Lulus 100 Persen, Cetak Hafiz Al-Qur’an dan Raih Prestasi Internasional Cambridge

Selain penguatan sistem digital, Pemkab Sidoarjo juga akan melakukan pemetaan terhadap seluruh TPS 3R yang ada untuk menentukan kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana.

“Pemetaan TPS 3R ini nanti akan menjadi dasar penganggaran dalam meningkatkan kapasitas pengolahan sampah ditingkat desa,” pungkasnya. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.