Puti Guntur Soekarno Serukan Agar Kader PDIP Konsisten dalam Pilihan Politiknya

oleh -104 Dilihat
oleh
Puti Guntur Soekarno, saat hadiri pelantikan PAC Sidoarjo di Favehotel Sidoarjo. (Ist)

SIDOARJOSATU.COM – Puti Guntur Soekarno, selaku Ketua Bidang Pendidikan DPP PDI Perjuangan (PDIP) menghadiri pelantikan PAC PDIP se-Kabupaten Sidoarjo masa bakti tahun 2026 – 2031.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh ratusan kader PDIP di Fave Hotel Sidoarjo, pada Senin 18 Mei 2026 tersebut, Puti menyerukan kepada seluruh kader agar menjalankan aturan partai sesuai AD/ART secara disiplin dan konsisten.

Selain itu, Ia juga menegaskan para Kader maupun pengurus PAC PDI Perjuangan tidak berubah-ubah dalam pilihan politiknya.

Baca juga: PAC Gedangan Resmi Dilantik, Tarkit Erdianto : Kader Harus Aktif Menyapa dan Kawal Aspirasi Masyarakat

“Hari ini yang dibutuhkan adalah loyalitas kita terhadap PDI Perjuangan. Tidak boleh mencela-mencle (berubah-ubah),” ujar Puti.

Pasalnya, loyalitas kita nanti akan diuji pada saat 2029 bahwa apakah kita loyal terhadap partai PDI Perjuangan.

Disamping itu, ia juga menyoroti adanya perbedaan pada prosesi pelantikan di Sidoarjo karena turut menyanyikan lagu “Bung Karno Bapak Marhaenisme”.

“Kalau tadi ada sedikit perbedaan, menyanyikan lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme. Saya tidak tahu apakah di kabupaten/kota lain sudah menyanyikannya, saya kira baru di Sidoarjo. Maturnuwun,” terangnya.

Masih menurutnya, penghormatan terhadap simbol partai dan sejarah perjuangan merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

“Jadi memang itu adalah perintah dan instruksi langsung dari Ketua Umum, Ibu Megawati Soekarnoputri. Jadi kalau kita berdiri berjam-jam, seandainya kita harus berdiri berjam-jam menghormati panji-panji bangsa, bendera merah putih, dan panji-panji partai, itu adalah bagian dari disiplin kita, loyalitas kita kepada PDI Perjuangan,” tegasnya.

Baca juga: Makkah Route Permudah Jemaah Haji, Imigrasi Surabaya Gagalkan 18 Calon Haji Ilegal

Puti menjelaskan, lagu “Bung Karno Bapak Marhaenisme” memiliki makna historis yang erat dengan perjalanan panjang partai, termasuk akar perjuangan yang berasal dari PNI dan ajaran marhaenisme yang diperkenalkan oleh Soekarno.

Ia mengatakan, PDI Perjuangan memiliki ideologi Pancasila, bersumber dari pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945. Dari pemikiran Bung Karno yang menggali nilai-nilai perjuangan dari rakyat Indonesia.

“Bung Karno telah mengajarkan apa itu marhaenisme. Satu kalimat yang pada masanya ketika kita mengatakan marhaenisme, maka orang-orang yang dianggap sebagai pengikut-pengikut Bung Karno semua ditumpas habis, bahkan dihabiskan, dihilangkan. Ini adalah bagian dari sejarah panjang dari PDI Perjuangan,” ujarnya.

Karena itu, Puti meminta seluruh kader tidak sekadar hadir sebagai formalitas, melainkan memahami semangat perjuangan partai dan memperkuat soliditas organisasi.

“Jadi kita ini hadir di sini bukan untuk gaya-gayaan, kita hadir di sini terutama karena motor penggerak partai, mesin partai ini semuanya harus bisa bergotong-royong, bisa solid, dan loyal,” katanya.

Prosesi pelantikan Pengurus PAC diikuti 198 kader yang terbagi dalam 18 kepengurusan tingkat kecamatan. Acara dimeriahkan dengan pagelaran kesenian tradisional dipadukan dengan musik elektronik atau electronic dance music (EDM).

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Salurkan Bantuan Sosial dan RTLH di Kecamatan Wonoayu

Ketua DPC PDIP Sidoarjo Hari Yulianto pada forum itu melaporkan, ada 198 kader yang dilantik sebagai pengurus dari 18 PAC (kecamatan). Dari jumlah itu, diisi kader perempuan sebanyak 83 (42 persen) dan generasi muda usia di bawah 35 tahun sebanyak 75 (38 persen).

Pada acara itu juga dilaksanakan penyerahan bibit tanaman Sukun dari DPC kepada seluruh PAC untuk di tanam di lingkungan masing-masing. Langkah tersebut sebagai upaya untuk menanam bahan makanan pendamping beras. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.