Puting Beliung Terjang Buduran Sidoarjo, Puluhan Rumah Warga Rusak

oleh -404 Dilihat
oleh
Bupati Sidoarjo, Subandi, saat mengecek lokasi kejadian Angin puting beliung yang memporak-porandakan rumah warga di Buduran. (Ist)

SIDOARJOSATU.COM – Angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, pada Sabtu siang (21/12). Terjangan angin kencang tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga di Desa Prasung dan Desa Dukuh Tengah mengalami kerusakan, mayoritas pada bagian atap.

Data sementara mencatat, sebanyak 34 rumah warga di Desa Prasung dan 25 rumah di Desa Dukuh Tengah terdampak bencana tersebut. Sebagian besar kerusakan terjadi pada atap rumah yang menggunakan material galvalum.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, saat cuaca mendung pekat meski tanpa disertai hujan.
Pagi harinya, Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung meninjau kondisi warga terdampak, Minggu (21/12/2025).

Ia memastikan penanganan bencana akan dilakukan secara maksimal dan cepat agar aktivitas warga dapat kembali normal.

“Untuk sementara atap rumah yang rusak kami lindungi dengan terpal. Besok perbaikan menggunakan material keras sudah mulai dikerjakan,” ujar Subandi di lokasi.

Bupati menegaskan, penanganan bencana angin puting beliung ini akan menggunakan Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga telah menyiapkan material berupa baja ringan dan atap pengganti.

“Nanti kita bantu dengan baja ringan, pakai galvalum, atapnya diganti asbes kluntung. Besok sudah mulai bekerja,” tegasnya.

Selain bantuan pemerintah, Subandi juga mengajak masyarakat untuk bergotong royong memperbaiki rumah-rumah yang terdampak.

Ia menyebut, petugas Satpol PP serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) akan dikerahkan untuk membantu proses perbaikan.

“Kita akan gerakkan semua agar cepat selesai. Kepada kepala desa, gotong royong warga tetap dilaksanakan,” pintanya.

Sementara itu, Agus Salim, warga Desa Dukuh Tengah, menuturkan bahwa angin puting beliung datang secara tiba-tiba dari arah utara. Saat kejadian, dirinya sedang berada di teras rumah ketika angin kencang tersebut memporak-porandakan atap rumahnya.

“Kejadiannya mendadak, tidak hujan, tapi langit gelap. Anginnya dari utara, seng sampai terbang,” ujar Agus, warga RT 12 RW 5 Desa Dukuh Tengah.

Hingga kini, warga bersama aparat setempat masih melakukan pembersihan sisa material bangunan sambil menunggu proses perbaikan lanjutan dari pemerintah daerah. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.