RAPIMKAB Kadin Sidoarjo 2026: “Kadin Berdaya, Ekonomi Digdaya” Menuju Episentrum Industri Jawa Timur

oleh -117 Dilihat
oleh
Foto : Kadin Sidoarjo menggelar Rapimkab Kadin Sidoarjo tahun 2026 di Fave Hotel Sidoarjo, Rabu, (11/2/2026).

SIDOARJOSATU.COM — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sidoarjo menggelar Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapimkab) di Fave Hotel Sidoarjo’ dengan mengusung tema besar “Kadin Berdaya, Ekonomi Digdaya”. Agenda ini menjadi penegasan komitmen Kadin untuk mendorong Sidoarjo sebagai kekuatan ekonomi baru di Jawa Timur.

Ketua Kadin Sidoarjo, Ubaidillah Nurdin, menegaskan bahwa makna “Berdaya” tidak hanya sekadar eksistensi organisasi secara struktural, melainkan wujud kemandirian intelektual dan inovasi nyata.

“Menjadi berdaya bukan sekadar eksistensi struktural, melainkan manifestasi dari kemandirian intelektual dan inovasi. Sidoarjo bukan lagi sekadar penyangga ibu kota provinsi Jawa Timur. Sidoarjo adalah episentrum,” tegas Ubaidillah dalam sambutannya, Rabu, (11/2/2026).

Baca juga : Kadin Sidoarjo 2024–2029 Resmi Dikukuhkan, Fokus Tingkatkan SDM dan UMKM Naik Kelas

Menurutnya, dengan kekuatan industri manufaktur, kreativitas UMKM yang tak bertepi, serta semangat para pengusaha, Sidoarjo merupakan “raksasa ekonomi yang sedang dibangun”. Ia menyebut Rapimkab ini sebagai titik awal kerja keras yang lebih masif dan terstruktur.

“Saya mengajak seluruh dewan pengurus, pemerintah, dan mitra strategis untuk berkolaborasi dan bersinergi. Menjadikan Kadin berdaya sebagai pilar utama untuk mewujudkan Sidoarjo yang ekonomi digdaya,” ujarnya.

Foto : Ketua Kadin Sidoarjo’, Ubaidillah Nurdin.

Sejalan dengan arahan Ketua Kadin Jawa Timur, Rapimkab kali ini memfokuskan program pada pelaksanaan TKDN, penguatan vokasi, serta pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Tak hanya itu, Kadin Sidoarjo juga berupaya menghadirkan manfaat konkret bagi anggota melalui fasilitasi sertifikasi gratis.

“Kita upayakan sertifikasinya bisa gratis bagi anggota Kadin, supaya benar-benar ada manfaatnya. Pesan Ketua Umum Kadin Jatim jelas: ikhlas. Kalau sudah ikhlas, insyaallah semuanya dimudahkan. Kadinnya semakin berjaya, dan ekonominya memberi manfaat bagi pengurus, anggota, dan masyarakat Sidoarjo,” jelasnya.

Hubungan Kadin Sidoarjo dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo sampai saat ini disebut berjalan harmonis. Kolaborasi dilakukan melalui berbagai dinas, mulai dari pelatihan ekspor bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan, program ketenagakerjaan, hingga kegiatan sosial bersama BPBD dan Dinas Sosial.
Salah satu capaian strategis adalah terbitnya Surat Edaran (SE) Bupati yang mewajibkan pelaku usaha di Sidoarjo memiliki KTA Kadin.

“Tidak semua Kadin di Indonesia memiliki SE Bupati seperti ini. Kita termasuk beruntung. Ini bentuk konkret dukungan penuh dari Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati terhadap Kadin,” ungkap Ubaidillah.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan, terdapat sekitar 6.000 hingga 10.000 perusahaan menengah dan besar di Sidoarjo. Jika ditambah sektor mikro dan kecil, jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan ribu. Namun saat ini anggota Kadin Sidoarjo baru sekitar 340 perusahaan.

“Ini masih sangat kecil dibanding potensi yang ada. Artinya ruang penguatan organisasi masih sangat besar,” imbuhnya.

Dorong Kontraktor Lokal dan Kemudahan Berusaha

Terkait rencana pembangunan 2026 yang mengutamakan kontraktor lokal, Kadin Sidoarjo menyatakan dukungan penuh. Prinsipnya sederhana: jika putra daerah mampu, maka harus diberi prioritas.

“Kalau ada orang Sidoarjo yang mampu, seyogyanya ya orang Sidoarjo saja. Bukan anti orang luar, tapi kalau lokal bisa, kenapa tidak? Selain itu lebih mudah mengontrol kualitas,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi perbaikan infrastruktur, penanganan banjir, percepatan perizinan, serta program quick response perbaikan jalan yang dinilai mendukung kelancaran logistik dan aktivitas usaha.

Sementara itu, Ketua Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menekankan pentingnya fokus pada perdagangan dan investasi. Menurutnya, kemudahan perizinan dan kesiapan SDM menjadi kunci utama menarik investor.

“Kami akan dorong Kadin Sidoarjo mencarikan investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Tapi kuncinya ada di sumber daya manusia,” katanya.

Ia juga mendorong pembentukan rumah kurasi di Sidoarjo sebagai pusat pendampingan produk berstandar ekspor.

“Rumah kurasi itu standarnya standar ekspor. Mendampingi kualitas dan mencarikan pasar ke luar negeri,” jelas Adik.

Dengan UMK yang relatif tinggi, ia memprediksi Sidoarjo akan berkembang ke arah industri berteknologi tinggi dan padat modal, bukan lagi padat karya.

“Kalau ke depan industrinya high technology atau green industry, maka Kadin Sidoarjo harus menyiapkan SDM melalui pelatihan dan pemagangan,” tegasnya.

Rapimkab ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus proyeksi masa depan ekonomi Sidoarjo. Dengan kolaborasi antara Kadin, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, Sidoarjo diproyeksikan tidak hanya menjadi penopang Surabaya, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.
Semangat yang diusung pun jelas: Kadin berdaya, Sidoarjo digdaya. (Had)

No More Posts Available.

No more pages to load.