Strategi Dispanperta Sidoarjo Mengantisipasi Melonjaknya Kebutuhan Pokok Jelang Idul Fitri 2026

oleh -159 Dilihat
oleh
Kadis Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Eni Rustianingsih bersama pegawainya saat menyambangi pasar. (Ist)

SIDOARJOSATU.COM – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai memanaskan mesin pengendalian harga pangan. Beragam langkah disiapkan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga beras tetap terjaga, agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga di momen hari besar keagamaan.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Eni Rustianingsih, menegaskan pihaknya akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), membentuk kios pangan, serta mengoptimalkan Satgas Pangan untuk memantau stok dan harga beras, baik di ritel modern maupun pasar tradisional.

Baca juga: Antisipasi Melonjaknya Kebutuhan Pokok Jelang HBN, Pemkab Sidoarjo Bakal Gelar Gerakan Pangan Murah

Menurutnya, pengawasan akan dilakukan secara intensif guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak ada praktik penimbunan yang berpotensi memicu kenaikan harga.

“Penguatan pengawasan ini penting agar stok aman dan harga tetap terkendali di lapangan,” ujar Eni saat di pendopo delta wibawa, kamis (12/2) lalu.

Tak hanya fokus pada sisi hilir, Pemkab Sidoarjo juga memperkuat rantai pasok dari sektor hulu.

Untuk menjaga ketersediaan stok beras, Dinas Pangan dan Pertanian akan memfasilitasi nota kesepahaman (MoU) antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Lembaga Penggilingan Gabah (LPG). Skema ini memungkinkan BUMDes menyerap gabah langsung dari petani.

Selain itu, Pemda juga akan menerbitkan surat edaran bupati yang mengimbau petani menunda penjualan sebesar 10 persen dari hasil panennya, khususnya bagi petani yang menerima bantuan bibit, pupuk, maupun alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Dengan cara itu petani tidak merasakan dampak inflasi jika terjadi,” kata Eni.

Sebelumnya, Bupati Sidoarjo, Subandi, meminta seluruh pihak bersinergi dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, hingga pelaku usaha untuk mengantisipasi potensi gejolak harga menjelang Lebaran.

Baca juga: Disperindag Sidoarjo Siapkan Operasi Pasar, Harga Beras dan Minyak Tembus HET

“Program gerakan pangan murah nanti akan kita lakukan dengan penjualan beras SPHP dari Bulog,” ujar Subandi.

Ia juga mendorong anggota DPRD Sidoarjo memanfaatkan masa reses untuk menggelar penjualan sembako murah di daerah pemilihannya masing-masing.

“Kami berharap teman-teman DPRD juga ikut ambil bagian. Dengan mekanisme ini, kenaikan harga yang biasanya terjadi menjelang Lebaran bisa kita tekan bersama,” tegasnya.

Langkah terpadu tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan petani tetap memperoleh perlindungan dari potensi fluktuasi harga di tengah meningkatnya kebutuhan pangan saat Ramadan dan Idul Fitri. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.