Zakat Sidoarjo Berpotensi Rp2,2 Triliun Setahun, Pemkab Dorong Unit Pengumpul Zakat di 346 Desa

oleh -55 Dilihat
oleh
M. Ainur Rohman, Pj. Sekda Kabupaten Sidoarjo. (Sidoarjosatu)

SIDOARJOSATU.Com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendorong pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh 346 desa/kelurahan. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat.

Potensi zakat di Kabupaten Sidoarjo diperkirakan mencapai Rp2,2 triliun per tahun. Karena itu, penguatan UPZ hingga tingkat desa dan kelurahan dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan penghimpunan ZIS.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Pengumpulan ZIS Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (9/9/2026).

BACA JUGA: Kawal Bantuan Pangan, Mimik Pastikan 1.239 Warga Terima Beras

Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Ainur Rohman, mengatakan optimalisasi ZIS membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, pemerintah desa/kelurahan, dan masyarakat.

Menurut Ainur, pengumpulan zakat di Sidoarjo saat ini sudah berjalan baik, tetapi masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan. Salah satu langkah strategis yang perlu dilakukan adalah memperkuat UPZ hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Sekarang pengumpulan sudah maksimal, tapi belum optimal. Sudah baik, tapi perlu ditingkatkan,” ujar Ainur.

Ia mendorong seluruh kepala desa dan lurah untuk memfasilitasi pembentukan UPZ Desa/Kelurahan. Upaya tersebut juga sejalan dengan Pasal 5 Perbup Sidoarjo Nomor 24 Tahun 2025 yang mengatur optimalisasi pengumpulan ZIS.

Berdasarkan data BAZNAS Sidoarjo, pengelolaan ZIS menunjukkan capaian cukup signifikan. Pada 2025, total pengumpulan ZIS mencapai Rp16,375 miliar, terdiri atas zakat Rp896,84 juta, infak/sedekah Rp12,93 miliar, serta penerimaan lainnya Rp2,54 miliar.

Dari dana tersebut, BAZNAS Sidoarjo menyalurkan Rp11,507 miliar melalui lima pilar program. Penyaluran terbesar dilakukan melalui program Sidoarjo Peduli sebesar Rp8,348 miliar untuk kebutuhan kemanusiaan, seperti bedah rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan sembako, dan biaya hidup bagi kaum dhuafa.

Selanjutnya, program Sidoarjo Cerdas menyerap Rp1,599 miliar, Sidoarjo Taqwa Rp926,55 juta, Sidoarjo Sehat Rp461,45 juta, dan Sidoarjo Makmur Rp172,3 juta.

BACA JUGA: Apresiasi Terhadap Pengelolaan TPST Desa Krembung, Wabup Sidoarjo: Patut Menjadi Percontohan

Sementara itu, pada periode Januari hingga Juli 2026, total pengumpulan bersih mencapai Rp8,556 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp8,111 miliar telah disalurkan melalui lima pilar program.

Rasio efisiensi penyaluran mencapai 94,8 persen atau masuk kategori “sangat tinggi” berdasarkan standardisasi BAZNAS RI.

Ainur menilai capaian tersebut menunjukkan pengelolaan ZIS di Sidoarjo telah berjalan baik. Namun, tantangan selanjutnya adalah memperluas jangkauan penghimpunan agar potensi zakat yang besar dapat digarap secara maksimal.

“Potensi zakat Sidoarjo yang mencapai Rp2,2 triliun setahun berdasarkan riset BAZNAS RI dapat kita garap bersama,” katanya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar, mengatakan penguatan UPZ di tingkat desa menjadi langkah penting untuk memperluas penghimpunan sekaligus memastikan manfaat dana ZIS dapat kembali dirasakan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Dana ini akan digunakan langsung untuk membantu tetangga dekat kita yang membutuhkan bantuan bedah rumah, biaya berobat, beasiswa, hingga modal usaha mikro,” pungkasnya. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.