Stasiun Tanggulangin Disulap Jadi Pusat Kesehatan dan Literasi, KAI Daop 8 Layani 250 Warga Secara Gratis

oleh -12 Dilihat
oleh
Manager Kesehatan KAI Daop 8 Surabaya, Wendi, bersama pegawai KAI lainnya dan Camat, Kapolsek, serta Danramil wilayah setempat saat mengunjungi pelayanan kesehatan Gigi di Gerbong kereta api. (Sidoarjosatu)

SIDOARJOSATU.Com – Stasiun Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, tak hanya menjadi tempat aktivitas perjalanan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menghadirkan layanan kesehatan dan literasi gratis melalui program Rail Clinic dan Rail Library. Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut memberikan manfaat kepada sekitar 250 masyarakat dan siswa sekolah dasar. Mereka mendapatkan berbagai layanan secara cuma-cuma, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, gigi, mata, laboratorium, kebidanan dan USG, hingga pemberian obat-obatan.

BACA JUGA: Kawal Bantuan Pangan, Mimik Pastikan 1.239 Warga Terima Beras

Wendi, Manager Kesehatan KAI Daop 8 Surabaya didampingi Humas KAI Erlangga, dan para pejabat wilayah Sidoarjo. (Sidoarjosatu)

Manager Kesehatan KAI Daop 8 Surabaya, Wendi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian KAI agar keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat, khususnya warga di sekitar jalur kereta api.

“Bagi kami, keberadaan KAI bukan hanya tentang mengantarkan masyarakat dari satu tempat ke tempat lainnya. Kami juga ingin hadir memberikan manfaat langsung melalui layanan kesehatan, pendidikan, literasi, dan keselamatan. Karena itu, Rail Clinic dan Rail Library kami hadirkan di Stasiun Tanggulangin,” ujar Wendi.

Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 KAI yang jatuh pada 28 September 2026. Program ini juga merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di wilayah operasionalnya.

Dalam kegiatan tersebut, Rail Clinic menghadirkan layanan kesehatan dasar secara gratis. Untuk mendukung pelayanan, KAI Daop 8 Surabaya menerjunkan 2 dokter umum, 2 dokter gigi, 1 dokter kandungan, 10 paramedis, 2 apoteker, 2 analis, dan 2 refraksionis optisien.

Selain pemeriksaan dan pengobatan, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, pencegahan penyakit, serta keselamatan di sekitar jalur kereta api.

BACA JUGA: Apresiasi Terhadap Pengelolaan TPST Desa Krembung, Wabup Sidoarjo: Patut Menjadi Percontohan

Pelayanan pemeriksaan masyarakat. (Sidoarjosatu)

“Yang kami dorong bukan hanya masyarakat datang berobat ketika sakit, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan sejak dini. Di saat yang sama, kami terus mengingatkan pentingnya keselamatan di sekitar jalur kereta api,” jelas Wendi.

Rail Clinic sendiri pertama kali diluncurkan KAI pada 2015 sebagai layanan kesehatan bergerak untuk mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat, terutama warga yang berada di sekitar jalur kereta api dan wilayah dengan keterbatasan akses fasilitas kesehatan.

Seiring perkembangannya, Rail Clinic tidak hanya menjadi sarana pemeriksaan dan pengobatan. Fasilitas tersebut juga dimanfaatkan untuk edukasi kesehatan, sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api, serta berbagai kegiatan sosial sesuai kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Rail Library menghadirkan pengalaman berbeda bagi para siswa. Anak-anak dapat membaca berbagai koleksi buku, mulai dari cerita anak, buku pengetahuan, ensiklopedia hingga materi pembelajaran.

Fasilitas tersebut juga dilengkapi e-Library berupa monitor layar sentuh yang menyediakan koleksi bacaan digital dan video edukatif.

BACA JUGA: Bahas Banjir dan Jalan Rusak di Candi-Tanggulangin Sidoarjo, Bupati Perintahkan Penanganan Dipercepat

Dokter gigi saat memberikan edukasi kepada siswa-siswi cara menggosok gigi yang benar. (Sidoarjosatu)

Dengan demikian, anak-anak tidak hanya membaca buku secara konvensional, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang lebih interaktif.

“Anak-anak membutuhkan ruang untuk belajar dan bereksplorasi. Karena itu, kami ingin menghadirkan pengalaman yang berbeda melalui Rail Library,” kata Wendi.

Sehingga, stasiun yang biasanya identik dengan aktivitas perjalanan, hari ini juga menjadi tempat anak-anak membaca, belajar, dan mendapatkan pengalaman baru.

Selain layanan kesehatan dan literasi, KAI Daop 8 Surabaya turut memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat dan siswa.

Sebanyak 50 kacamata diserahkan kepada siswa SD Negeri Sugihwaras dan SD Negeri Kalisampurno 3 Tanggulangin. KAI juga membagikan 50 paket oral hygiene, 50 tas sekolah, serta peralatan olahraga untuk mendukung kebutuhan dan aktivitas para siswa.

Sedangkan bagi ibu hamil, KAI memberikan 15 paket gizi sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak.

BACA JUGA: KSM TPST Tak Lagi Difungsikan, Warga Sidokerto Pertanyakan Pengelolaan Retribusi Sampah

Pelayanan obat yang berada di gerbong kereta api. (Sidoarjosatu)

Wendi menegaskan, program TJSL KAI tidak hanya diarahkan pada pemberian bantuan, tetapi juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian warga.

“Kami ingin setiap program yang kami hadirkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Kesehatan, pendidikan, literasi, dan keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional KAI Daop 8 Surabaya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, momentum HUT ke-81 KAI menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Kereta api memang menjadi sarana mobilitas, tetapi di balik perjalanan itu ada semangat untuk terus menghubungkan dan memberikan manfaat. Melalui Rail Clinic, Rail Library, dan berbagai program lainnya, kami ingin KAI semakin dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, KAI Daop 8 Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama masyarakat. Memasuki usia ke-81 tahun, KAI tidak hanya berupaya menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal, tetapi juga memperluas kontribusi sosial melalui program kesehatan, pendidikan, literasi, dan keselamatan. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.