Api, Batu, dan Jeritan Dini Hari: Kisah Mencekam Amukan Massa di Pos Lantas Waru

oleh -558 Dilihat
oleh
Foto : Ratusan massa yang datang dari arah Surabaya tiba-tiba merusak dan membakar pos lantas Waru, Sidoarjo, Sabtu, (30/8/2025) dinihari.

SIDOARJOSATU.COM – Dini hari Sabtu (30/8/2025), suasana di Jalan Raya Waru berubah bak medan perang. Asap tebal mengepul dari Pos Lantas Waru yang terbakar, bercampur dengan suara kaca pecah dan teriakan massa. Belasan polisi yang berjaga terjebak di halaman pos, hanya bisa bersembunyi di balik tameng dari hujan batu dan kobaran api yang makin menjilat tinggi.

Ratusan massa yang datang dari arah Surabaya tiba-tiba berhenti tepat di depan pos. Tanpa aba-aba, mereka turun dari motor, melontarkan batu, kayu, dan teriakan penuh amarah. Situasi semakin kacau ketika seorang dari mereka berlari sambil membawa botol bensin, menyiramkan ke halaman pos, lalu menyulut api. Sekejap, si jago merah melalap bagian depan pos.

“Sangat mencekam, ratusan massa menggeruduk Pos Lantas Waru, membakar dan merusaknya. Kebetulan saya pas lewat mau ke arah Sidoarjo,” tutur Prasetyo, seorang pengendara yang sempat melintas dengan wajah pucat mengingat kembali detik-detik mencekam itu.

Polisi yang terkepung tak berdaya. Beberapa di antaranya akhirnya memanjat dinding pos yang berbatasan dengan Stasiun Waru untuk menyelamatkan diri. Massa terus menghantam kaca pos, menggulingkan tenda, dan melampiaskan amarahnya.

Amukan itu ternyata tak berhenti di Waru. Massa juga merusak Pos Lantas Aloha dan Gedangan, bahkan sempat menyasar Polsek Gedangan. Pos Aloha nyaris ikut dibakar, beruntung api tak sampai menjalar lebih luas.

Kericuhan ini merupakan luapan kemarahan atas tragedi wafatnya Affan Kurniawan (21), driver ojek online yang tewas tragis terlindas kendaraan taktis Barracuda Brimob saat aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8). Video detik-detik nahas Affan yang viral di media sosial menyulut gelombang emosi, menjalar hingga Surabaya dan Sidoarjo.

Menjelang pagi, ketegangan masih terasa. Aparat menambah pasukan, berjaga di titik-titik rawan, sementara warga sekitar Waru menutup pintu rapat-rapat, takut jika amukan massa kembali pecah.

Asap hitam sisa kebakaran masih mengepul dari pos lantas yang hangus. Sebuah simbol, betapa solidaritas dan kemarahan yang tak terkendali bisa berubah menjadi malam penuh api dan ketakutan. (had)

No More Posts Available.

No more pages to load.