Dari Kampus Untuk Desa, Mahasiswa KKN UMAHA Sidoarjo Kembangkan Alat Roasting (Pemanggang) Bagi UMKM Kopi

oleh -65 Dilihat
oleh
Foto - Mahasiswa KKN Universitas Ma'arif Hasyim Latif saat memamerkan alat roasting UMKM Kopi di desa Pasinan Lemahputih, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik.

SIDOARJOSATU.COM — Kuliah Kerja Nyata (KKN) tak melulu soal kegiatan seremonial di tengah masyarakat. Di Desa Pasinan Lemahputih, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, mahasiswa Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) Kabupaten Sidoarjo justru meninggalkan sebuah inovasi yang diharapkan bisa terus dirasakan manfaatnya oleh warga.

Melalui Kelompok KKN Pasinan Lemahputih 1, para mahasiswa UMAHA Sidoarjo  merancang sekaligus menerapkan alat roasting kopi sederhana yang ditujukan untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kopi lokal untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Perwakilan Tim KKN UMAHA Pasinan Lemahputih 1, Wahyu Rahmat Dhani mengungkapkan sebuah inovasi tersebut lahir dari persoalan yang cukup dekat dengan pelaku UMKM. Proses roasting merupakan salah satu tahapan penting dalam memproduksi kopi karena sangat menentukan warna, aroma hingga karakter rasa kopi yang dihasilkan.

Baca juga : Menguatkan Desa, Menginspirasi Indonesia: Rektor UMAHA Lepas Mahasiswa KKN 2026

Namun bagi pelaku usaha kopi skala kecil, keterbatasan peralatan dan modal sering kali menjadi kendala untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Berangkat dari kondisi tersebut, lanjutnya Wahyu, mahasiswa KKN UMAHA mencoba menghadirkan solusi yang tidak hanya berfungsi, tetapi juga realistis digunakan oleh masyarakat desa.

“Tujuan utama kami bukan mengembangkan mesin roasting kopi yang rumit, tetapi membuat alat yang mudah dioperasikan, biaya pembuatannya terjangkau, serta dapat dirawat secara mandiri oleh warga lokal,” ungkap Wahyu yang juga penanggung jawab program pengembangan alat roasting kopi, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, sebuah inovasi tersebut dikembangkan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ahsan Muafa, S.T., M.Pd. Proses pembuatan hingga penyempurnaan alat dilakukan secara intensif selama tiga minggu.

“Dalam prosesnya, mahasiswa tidak hanya memikirkan bagaimana alat bisa digunakan, tetapi juga menyesuaikannya dengan kebutuhan operasional mitra di lapangan,” jelasnya.

Alat roasting yang dikembangkan dirancang untuk membantu mengoptimalkan proses pengadukan sekaligus membuat distribusi panas lebih merata. Pemilihan bahan juga menjadi perhatian. Mahasiswa mempertimbangkan ketahanan terhadap panas, kekuatan konstruksi, keamanan saat digunakan, hingga biaya perawatan agar alat tersebut tetap ramah bagi pelaku UMKM.

Baca juga : PKKMB UMAHA 2026 Dibuka dengan Maulid Nabi, Mahasiswa Baru Diajak Utamakan Adab dan Prestasi

Setelah melalui sejumlah uji coba teknis dan penyempurnaan, alat tersebut kemudian diterapkan langsung dalam proses produksi UMKM kopi milik Sariono, salah satu pelaku usaha kopi lokal di Desa Pasinan Lemahputih.

“Kehadiran alat ini tidak hanya diharapkan membantu pekerjaan fisik saat proses roasting, tetapi juga memberikan pengetahuan baru kepada mitra mengenai teknik pemanggangan kopi yang lebih terstruktur,” tambah Achmad Januar Supriyadi.

Pelaku UMKM, lanjutnya, juga mendapatkan wawasan mengenai pengaturan durasi roasting, prosedur pemanggangan serta perawatan alat secara berkala.

Sementara, dari sisi waktu dan tenaga, mekanisme alat roasting juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi. Dengan proses yang lebih efisien, pelaku usaha dapat mengalokasikan waktu dan tenaga untuk tahapan lain, seperti sorting maupun packaging.

Alat Roasting diserahkan ke Desa

Perjalanan inovasi tersebut kemudian mencapai tahap penting pada 31 Agustus 2026. Alat roasting kopi secara resmi diserahkan kepada pihak Desa Pasinan Lemahputih dalam sebuah acara di balai desa. Serah terima tersebut dihadiri perangkat desa dan disaksikan para pelaku UMKM setempat.

“Bagi mahasiswa KKN UMAHA, penyerahan alat bukan menjadi akhir dari program. Justru, momen tersebut diharapkan menjadi awal agar inovasi yang telah dibuat dapat terus digunakan dan dikembangkan masyarakat,” terangnya.

Kolaborasi antara kampus, pemerintah desa dan pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program.

Mahasiswa UMAHA berharap pelaku UMKM kopi di Desa Pasinan Lemahputih dapat meningkatkan kapasitas produksinya sekaligus menjaga kualitas produk. Dan inovasi ini diharapkan mampu menjadi bagian kecil dari upaya mendorong roda perekonomian desa. (SS-3).

No More Posts Available.

No more pages to load.