Healthy Day SMP Al Muslim: Kreativitas Eco Print Warnai Peringatan Hari Ozon

oleh -411 Dilihat
oleh
Foto : SMP Al-Muslim Sidoarjo memperingati Hari Ozon Sedunia melalui Healthy Day, Senin, (15/9/2025).

SIDOARJOSATU.COM – SMP Al Muslim memperingati Hari Ozon Sedunia dengan cara berbeda. Lewat kegiatan Healthy Day bertema “Green Art for a Healthy Earth”, sekolah ini menggabungkan praktik hidup sehat dan kepedulian lingkungan melalui workshop eco print yakni teknik menghias kain menggunakan daun dan bunga alami.

Acara dibuka dengan senam pinguin bersama yang dipandu tim Jejak Alam Earthwear, membuat suasana semakin semarak dan penuh semangat. Usai olahraga, para peserta diajak belajar langsung teknik eco print yang ramah lingkungan.

Ustazah Dita, selaku Penanggung Jawab Kegiatan menuturkan Ecoprint merupakan  pilihan yang tepat karena mengajarkan siswa untuk memanfaatkan kekayaan alam di sekitar kita tanpa merusak lingkungan.

Baca juga : Budayaku Identitasku, Ajang kreatifitas kearifan Lokal di SMPN 1 Jabon 

“Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda dalam memperingati Hari Ozon. Tidak hanya sekadar teori, tetapi juga praktik langsung yang menyenangkan,” tambah Ustadzah Dita.

Eco print sendiri, lanjut Dita, dinilai sebagai metode kreatif yang tidak hanya menghasilkan motif kain unik, tetapi juga menjadi simbol kepedulian terhadap bumi. Dengan teknik ini, penggunaan pewarna sintetis berbahaya dapat ditekan.

Melalui Healthy Day, SMP Al Muslim berharap siswa tidak hanya pulang membawa karya seni, tetapi juga semangat menjaga bumi dan menerapkan gaya hidup sehat. Peringatan Hari Ozon pun menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran sejak dini bahwa langkah kecil mampu memberi dampak besar bagi masa depan planet ini.

Sementara, Ririn Wulandari dari Jejak Alam Earthwear menyampaikan peringatan Hari Ozon bukan hanya sekadar mengenang pentingnya lapisan pelindung bumi, tetapi juga menjadi ajakan bagi kita semua untuk melakukan aksi nyata.

“Melalui Healthy Day ini, kami ingin menunjukkan bahwa hidup sehat dan peduli lingkungan dapat berjalan beriringan.”

Para siswa terlihat antusias mengikuti proses menata daun, memukul hingga merebus kain agar motif alami melekat. Bahkan, hasil karya eco print mereka dipamerkan dalam galeri mini sederhana.

Rara, siswi kelas VII Abdurrahman bin Auf, mengaku kagum dengan pengalaman barunya.

“Seru banget! Awalnya saya tidak menyangka kalau daun dan bunga bisa jadi motif yang cantik di kain. Saya jadi lebih sadar kalau kita bisa membuat karya seni tanpa harus pakai bahan kimia. Aku pasti akan coba lagi di rumah.”ucap Rara. (Had).

No More Posts Available.

No more pages to load.