Kadin Sidoarjo Santuni Puluhan Anak Yatim dan Beri Penghargaan Juara MTQ–Banjari dalam Safari Ramadhan

oleh -179 Dilihat
oleh
Foto : Kadin Sidoarjo saat memberikan santunan kepada anak yatim di Fave Hotel Sidoarjo, Selasa, (10/3/2026).

SIDOARJOSATU.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sidoarjo menggelar kegiatan santunan anak yatim sekaligus penyerahan hadiah bagi pemenang lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Festival Banjari dalam rangkaian program Safari Ramadhan Kadin. Kegiatan yang diakhiri dengan buka puasa bersama ini menjadi puncak dari sejumlah agenda keagamaan yang digelar selama bulan Ramadhan.

Ketua Kadin Sidoarjo, Ubaidillah Nurdin, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan kembali tradisi seni islami di masyarakat.

“Acara hari ini merupakan rangkaian dari kegiatan Kadin Safari Ramadhan dan Kadin Berselawat. Ini bisa dibilang puncaknya, karena kita menggelar buka puasa bersama sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim serta hadiah bagi pemenang MTQ dan festival banjari,” ujar Ubaidillah.

Baca juga : Semarak Ramadhan ; Kadin Sidoarjo Gelar Lomba MTQ Anak hingga Festival Banjari

Sebanyak 60 anak yatim piatu dari enam panti asuhan di Kabupaten Sidoarjo diundang dalam kegiatan tersebut. Masing-masing panti asuhan mengirimkan sekitar 10 anak untuk menerima santunan dan mengikuti acara kebersamaan bersama pengurus Kadin.

Menurut Gus Ubaid, anak-anak yang hadir berasal dari berbagai wilayah di Sidoarjo, seperti Waru, Taman, Sekardangan, hingga Tropodo.

“Kita mengundang enam panti asuhan. Masing-masing sekitar sepuluh anak, jadi total ada 60 anak yatim piatu dari berbagai kecamatan di Sidoarjo,” jelasnya.

Selain berbagi kebahagiaan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk pembinaan generasi muda agar memiliki karakter yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an serta mencintai budaya islami seperti banjari dan seni selawat.

“Pembinaan ini supaya lahir insan yang berakhlak Qur’ani. Kultur-kultur baik seperti banjari, dibaan, dan tradisi islami lainnya perlu kita hidupkan kembali. Kita fasilitasi dan beri hadiah agar menjadi penyemangat bagi mereka,” katanya.

Di sisi lain, Gus Ubaid juga menegaskan peran Kadin sebagai wadah para pelaku usaha di Sidoarjo yang memiliki kontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kadin ini beranggotakan para pengusaha dari berbagai sektor, mulai industri, jasa, hingga infrastruktur dan food. Kami berperan besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan, sementara pemerintah memberikan regulasi,” tambahnya.

Kadin Sidoarjo juga terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan usaha, termasuk program vokasi dan pembinaan UMKM hingga mampu menembus pasar ekspor.

“Kami pernah membina sekitar 50 UMKM untuk bisa ekspor. Pendampingannya tidak hanya pelatihan, tetapi mulai dari seleksi, pembinaan, hingga mendampingi sampai terjadi transaksi ekspor. Alhamdulillah, sudah ada yang berhasil ekspor,” ungkapnya.

Terkait tantangan ekonomi global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi harga minyak dunia, Ubaidillah mengimbau para pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi agar tetap bertahan.

“Kita harus mawas diri. Jika harga minyak naik, otomatis biaya produksi juga naik. Karena itu perusahaan harus melakukan efisiensi, mencari pasar baru, dan terus berinovasi agar bisa tetap survive,” tegasnya.

Kadin Sidoarjo juga akan menunggu regulasi pemerintah sekaligus melakukan pembahasan internal untuk merumuskan langkah-langkah strategis guna mengantisipasi dampak ekonomi, termasuk mencegah terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Kami akan melihat regulasi pemerintah seperti apa. Nanti juga akan ada rapat internal untuk menentukan langkah-langkah yang perlu diambil agar tidak sampai terjadi PHK yang lebih banyak,” pungkasnya. (Had).

No More Posts Available.

No more pages to load.