KGPS Sidoarjo Gaungkan Literasi Lewat Peluncuran Buku “Perempuan Pencerah Hati”

oleh -46 Dilihat
oleh
Ketua PWI Sidoarjo, Mustain saat menerima buku "Perempuan Pencerah Hati" dari perwakilan KGPS, Suhartatik. (Sidoarjosatu.com)

SIDOARJOSATU.COM – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali menggelora di Kabupaten Sidoarjo. Komunitas Guru Penulis Sidoarjo (KGPS) merayakan momentum bersejarah ini dengan meluncurkan buku antologi puisi ke-15 bertajuk “Perempuan Pencerah Hati” sekaligus menggelar talk show bertema “Kiprah Perempuan di Era Digital”, Sabtu (9/5/2026).

Acara yang berlangsung di Aula Kencana Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sidoarjo ini dibuka dengan suguhan tarian tradisional yang memukau para tamu undangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala DP3AKB Sidoarjo Heni Kristiani, Ketua PWI Sidoarjo Mustain, serta Wakil Ketua Perempuan PGRI Jawa Timur Siti Chomsiyah.

Baca juga: Pilkades Serentak Sidoarjo 2026 Diikuti 230 Cakades, Subandi Minta Jaga Kondusivitas

Ketua PWI Sidoarjo, Mustain, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas produktivitas 35 anggota KGPS yang secara konsisten melahirkan karya. Menurutnya, keberhasilan meluncurkan buku hingga edisi ke-15 merupakan capaian luar biasa yang patut dicontoh.

“Hari ini kita menjadi saksi atas sebuah pencapaian sastra yang membanggakan, yakni peluncuran antologi puisi Perempuan Pencerah Hati’ karya para guru penulis di Kabupaten Sidoarjo,” ujar Mustain.

Dengan demikian, ia sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan tersebut sebagai upaya bersama untuk meningkatkan literasi di Kabupaten Sidoarjo.

Mustain, mengemukakan bahwa menulis adalah bentuk perjuangan. Ketika para guru yang sehari-hari mencerdaskan bangsa menuangkan pikiran dalam bentuk puisi, itu bukti semangat Kartini benar-benar hidup.

Sehingga melalui buku tersebut, menurutnya dalam era digital, peran perempuan pencerah hati mungkin bukan sekadar kumpulan kata, tapi nyala obor yang akan terus berbicara melampaui zaman.

“Di era digital dengan arus informasi yang kian deras, kehadiran perempuan penulis, terutama guru menjadi semakin penting. Mereka bukan sekadar penulis, melainkan pelopor dan pencerah di tengah kuatnya arus disrupsi.” ungkapnya.

Harapannya, semoga buku ini menginspirasi lebih banyak guru untuk berani berkarya, serta semakin banyak perempuan untuk terus menerangi dunia melalui tulisan. Seperti dalam pepatah yang dikenal luas, “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Sementara, Suhartatik, perwakilan dari KGPS, dalam dalam penyampaiannya mengatakan pihaknya sangat bersyukur atas dukungan penuh dari DP3AKB dan PWI Sidoarjo.

Ia menegaskan bahwa buku antologi ke-15 ini adalah bentuk penegasan peran guru perempuan sebagai pencerah hati, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

“Perempuan adalah tiang peradaban. Dari tutur katanya mengalir nilai, dari tangannya terukir arah masa depan,” ungkap Suhartatik.

Menariknya, Suhartatik juga menyoroti kehadiran para guru laki-laki dalam acara tersebut sebagai bentuk dukungan nyata bagi rekan sejawat perempuan.

Baca juga: Bupati Sidoarjo Soroti Fasilitas Pasar Tradisional Rusak, Paving hingga Saluran Air Jadi Keluhan

“Di samping perempuan yang luar biasa, terdapat dukungan dari laki-laki yang juga luar biasa,” imbuhnya.

Ia juga menitipkan pesan mendalam kepada seluruh pendidik, khususnya guru perempuan, untuk tidak berhenti berkarya meski disibukkan dengan aktivitas mengajar di kelas.

“Teruslah menulis, karena setiap kata yang ditulis adalah jejak kebaikan. Guru yang menulis akan abadi dalam karyanya,” tutup Suhartatik.

Melalui peluncuran buku dan talk show ini, KGPS berharap “Perempuan Pencerah Hati” dapat menjadi inspirasi bagi siswa, sesama pendidik, hingga masyarakat luas untuk terus merawat semangat literasi di bumi Sidoarjo. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.