SIDOARJOSATU.COM — Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Tarkit Erdianto, menegaskan pentingnya peran media sosial dalam memperkenalkan potensi wisata di era digital. Menurutnya, media sosial kini telah berubah menjadi panggung modern yang mampu membawa pesona daerah hingga ke mata dunia.
“Di era digital, media sosial bukan lagi sekadar ruang berbagi foto atau cerita pribadi. Ini adalah sarana strategis untuk memperkenalkan potensi wisata hingga mancanegara,” ujar Tarkit Erdianto, Kamis, (13/1/2025).
Ia menjelaskan bahwa platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook telah menjadi etalase virtual yang efektif menampilkan keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan kuliner dengan cara yang kreatif dan mudah diakses. Konten visual yang menarik dapat mengubah destinasi kecil di pelosok desa menjadi tujuan wisata favorit.
“Cukup dengan satu unggahan yang menarik dan relevan, destinasi kecil bisa viral dan menjadi magnet bagi wisatawan,” terang Politisi PDI Perjuangan tersebut.
Tarkit juga menyoroti peran strategis generasi muda, khususnya para duta wisata, yang disebutnya sebagai garda terdepan promosi digital. Dengan kemampuan komunikasi yang baik serta penguasaan teknologi, mereka dinilai mampu menyajikan potensi lokal dalam narasi digital yang inspiratif dan autentik.
“Para duta wisata bukan hanya wajah promosi daerah, tetapi juga content creator yang dapat membangun citra positif melalui konten yang berkarakter,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menyebut bahwa media sosial tidak hanya menjadi alat promosi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Mulai dari wisata kuliner, kerajinan tangan, hingga homestay lokal dapat dikenal lebih cepat melalui ulasan, tagar, dan kolaborasi dengan influencer. Efek domino ini, menurutnya, mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat perputaran ekonomi, hingga menciptakan lapangan kerja baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Namun demikian, Tarkit mengingatkan pentingnya tanggung jawab dalam memanfaatkan media sosial.
“Kekuatan media sosial harus diimbangi dengan etika digital, keaslian informasi, dan pelestarian budaya lokal agar promosi wisata tetap edukatif dan berkelanjutan,” tandasnya.
Pertemuan Duta Wisata se-Jawa Timur 2025 ini juga dilengkapi dengan layanan cek kesehatan gratis dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan peserta.
Dengan semangat “Harmony of Culture, Symphony of Tourism,” Sidoarjo menegaskan komitmennya bahwa pariwisata bukan hanya soal tempat, tetapi tentang cerita, rasa, dan kolaborasi. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, akademisi, komunitas digital, dan para duta wisata, wajah baru pariwisata Sidoarjo mulai terbentuk, sebuah harmoni budaya dan kreativitas yang siap menggema hingga tingkat nasional.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) resmi menggelar Pertemuan Duta Wisata se-Jawa Timur 2025, sebuah ajang kolaborasi budaya dan pariwisata yang berlangsung meriah dengan mengusung tema “Harmony of Culture, Symphony of Tourism.” Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengangkat potensi wisata daerah ke level nasional. (Had).





