,

Kulit Buah Disulap Jadi Cairan Ajaib Eco Enzyme, Mahasiswa KKN UMAHA Dorong Warga Pasinan Terapkan Green Living

oleh -18 Dilihat
oleh
Foto : Mahasiswa KKN UMAHA Sidoarjo menghadirkan inovasi berupa pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi cairan serbaguna di Desa Pasinan Lemahputih, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Selasa, (25/8/2026).

SIDOARJOSATU.COM — Upaya mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan terus dilakukan civitas akademika Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA). Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kelompok Pasinan Lemahputih 1 menghadirkan inovasi sederhana berupa pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi cairan serbaguna yang dikenal sebagai eco enzyme.

Kegiatan bertajuk “Green Living, Smart Living, Kulit Buah Menjadi Cairan Ajaib Serbaguna Eco Enzyme” tersebut dilaksanakan pada Selasa, (25/8/2026), di Desa Pasinan Lemahputih, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik.

Perwakilan Tim KKN UMAHA Pasinan Lemahputih 1, Wahyu Rahmat Dhani  mengatakan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UMAHA dalam memberikan edukasi sekaligus praktik langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik. Kulit buah dan sisa sayuran yang selama ini kerap berakhir sebagai limbah diperkenalkan sebagai bahan yang masih memiliki nilai guna.

Baca juga : Program Studi D3 Teknik Komputer UMAHA Resmi Kantongi Akreditasi Unggul

Permasalahan limbah organik rumah tangga menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Banyaknya kulit buah dan sisa sayuran yang belum dimanfaatkan secara optimal dinilai membutuhkan solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pembuatan eco enzyme, masyarakat tidak hanya diajak mengurangi volume sampah organik, tetapi juga memahami bahwa limbah rumah tangga dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kurangnya pemanfaatan limbah organik rumah tangga sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan,” ujar Wahyu Rahmat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai konsep green living dan smart living, kemudian dilanjutkan dengan praktik pengolahan kulit buah menjadi eco enzyme. Pendekatan edukasi dan praktik tersebut diharapkan membuat masyarakat tidak hanya mengetahui manfaat pengelolaan limbah, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri.

Eco enzyme diperkenalkan sebagai cairan serbaguna yang berasal dari proses pengolahan bahan organik, khususnya limbah kulit buah. Pemanfaatan tersebut menjadi salah satu alternatif untuk mengubah sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak berguna menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Kegiatan ini menyasar Ibu-Ibu PKK dan para kader Desa Pasinan Lemahputih. Kelompok tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak di lingkungan keluarga dan masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga.

“Harapannya, masyarakat dapat mengenal cara pembuatan eco enzyme dan mulai membiasakan diri memanfaatkan limbah organik rumah tangga, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.” harapnya.

Selain mengurangi limbah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil di rumah. Pemilahan dan pemanfaatan limbah organik menjadi bagian dari kebiasaan sederhana yang apabila dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Program KKN Kelompok Pasinan Lemahputih 1 ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi pengelolaan lingkungan tidak selalu membutuhkan teknologi yang rumit. Edukasi, kreativitas, dan kemauan untuk mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat dapat menjadi langkah awal dalam membangun pola hidup yang lebih ramah lingkungan.

Dengan semangat green living dan smart living, masyarakat Desa Pasinan Lemahputih diharapkan semakin sadar bahwa kulit buah yang selama ini dianggap sebagai sampah ternyata masih dapat dimanfaatkan. Dari limbah rumah tangga, lahir sebuah inovasi sederhana yang menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (SS-3).

No More Posts Available.

No more pages to load.