Melacak Jejak Bung Karno di Sidoarjo, Dari Bangku Sekolah hingga Usulan Cagar Budaya

oleh -42 Dilihat
oleh
Ketua Komunitas Sidoarjo Kuno dr. Sudi Harjanto, saat pemaparan di FGD. (Sidoarjosatu)

SIDOARJOSATU.COM – Jejak sejarah Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno, di Kabupaten Sidoarjo menjadi fokus pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Melacak Jejak Bung Karno di Sidoarjo” yang digelar, pada Minggu 21 Juni 2026, DPC PDI Perjuangan Sidoarjo di Limasan Kopi, Desa Sidodadi, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur.

Forum tersebut tidak hanya mengupas keberadaan Bung Karno saat masa kecilnya di Sidoarjo, tetapi juga menjadi ruang penguatan nilai-nilai kebangsaan dan ideologi perjuangan yang diwariskan Sang Proklamator.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Hari Yulianto. (Sidoarjosatu)

FGD menghadirkan enam narasumber dari berbagai disiplin ilmu, yakni Ketua Komunitas Sidoarjo Kuno dr. Sudi Harjanto, penulis Abdul Rosyid Al Amin, S.Hum., penulis buku Menemukan Bung Karno di Jombang Mochammad Faisol, S.T., Ketua Harian Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok Kediri RM Kushartono, S.M., akademisi Universitas Negeri Malang Ronal Ridhoi, M.A., serta anggota Tim Ahli Cagar Budaya Alfun Salam, M.Pd.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Hari Yulianto, mengatakan berbagai data dan bukti sejarah yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa Bung Karno pernah tinggal dan menempuh pendidikan di Sidoarjo pada masa kecilnya, sekitar tahun 1907 saat berusia antara lima hingga tujuh tahun.

BACA JUGA: Bupati Soroti Profesionalisme Pejabat Pembuat Komitmen dan Kontraktor dalam Pengerjaan Proyek Pemkab Sidoarjo 

“Dari data dan bukti sejarah yang ada, terbukti bahwa Bung Karno pernah berada di Sidoarjo pada masa kecilnya. Ini menjadi temuan penting yang harus terus ditelusuri dan diperkuat,” ujar Hari, ketika ditemui usai FGD.

Menurutnya, hasil penelusuran sementara mengarah pada Sekolah Umum Pucang, yang kini menjadi SDN Pucang II Sidoarjo, sebagai lokasi tempat Bung Karno menempuh pendidikan. Karena itu, lokasi tersebut dinilai memiliki nilai sejarah yang kuat dan berpotensi ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Kami sedang mengidentifikasi lebih lanjut tempat tinggal maupun sekolah Bung Karno saat berada di Sidoarjo. Berdasarkan data yang ada, SDN Pucang II sangat memungkinkan untuk diusulkan sebagai cagar budaya,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, DPC PDI Perjuangan Sidoarjo telah membentuk tim khusus untuk mengumpulkan dan memperkuat bukti-bukti pendukung. Upaya tersebut akan dikawal bersama Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sidoarjo agar dapat diproses sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hari menilai keberadaan jejak Bung Karno di Sidoarjo merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Sebab, tidak semua daerah memiliki catatan sejarah yang menunjukkan bahwa Sang Proklamator pernah tinggal dan belajar di wilayah tersebut.

“Ini menjadi kebanggaan sekaligus penguat identitas masyarakat Sidoarjo. Jejak sejarah ini harus diketahui dan dipahami oleh generasi muda,” tuturnya.

Ia berharap fakta sejarah tersebut nantinya dapat menjadi bagian dari materi edukasi di sekolah-sekolah guna memperkuat karakter kebangsaan dan kecintaan terhadap sejarah bangsa.

Hari juga menegaskan bahwa pemikiran dan ajaran Bung Karno masih relevan hingga saat ini. Menurutnya, berbagai gagasan yang dituangkan dalam konsep Trisakti maupun pemikiran kebangsaan lainnya tetap menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan global.

BACA JUGA: DPRD Sidoarjo Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Lahan Gogol Urangagung, Pengembang Komitmen Tuntaskan Pembayaran Ganti Rugi

“Bung Karno selalu menempatkan kepentingan rakyat, kedaulatan bangsa, dan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama. Nilai-nilai itu tetap relevan hingga sekarang,” ujarnya.

Pasca-FGD, terdapat dua langkah strategis yang akan dilakukan, yakni memperjuangkan penetapan situs terkait Bung Karno sebagai cagar budaya serta menyelenggarakan kegiatan edukasi pemikiran Soekarno bagi generasi muda.

“Rekomendasi hasil FGD ini akan kami perjuangkan agar peninggalan Bung Karno yang masih dapat ditelusuri dan dibuktikan secara historis bisa ditetapkan sebagai fakta sejarah yang sah,” kata Hari.

Sementara itu, Ketua Komunitas Sidoarjo Kuno, dr. Sudi Harjanto, mengungkapkan bahwa tim peneliti telah menemukan sejumlah bukti yang memperkuat keberadaan Bung Karno di Sidoarjo.

Menurutnya, bukti pertama adalah masih berdirinya gedung sekolah yang diyakini pernah menjadi tempat Bung Karno belajar. Bahkan, kondisi bangunan dan ruang kelasnya disebut masih terjaga hingga kini.

Bukti kedua berupa dokumen basluit atau surat keputusan terkait penugasan ayah Bung Karno yang menunjukkan jalur perpindahan keluarga tersebut dari Ploso ke Sidoarjo, kemudian ke Mojokerto.

BACA JUGA: Tingkatkan Transparansi Pajak, Pemkab Sidoarjo Pasang 361 Titik Taxmon

“Secara literatur dan dokumen, jalurnya sangat jelas sehingga memperkuat keberadaan Bung Karno di Sidoarjo,” jelas Sudi.

Adapun bukti ketiga berasal dari kesaksian sejaman yang diperoleh melalui keterangan keluarga Mr. Klaasen, sosok yang hidup pada periode yang sama dengan Bung Karno kecil.

“Kesaksian ini menjadi salah satu penguat penting. Ditambah lagi dengan cerita dan ingatan kolektif masyarakat sekitar yang selama ini terus hidup,” ujarnya.

Sudi menegaskan bahwa kombinasi bukti fisik, dokumen historis, dan kesaksian sejaman membuat fakta bahwa Bung Karno pernah tinggal dan bersekolah di Sidoarjo selama sekitar dua tahun semakin kuat secara akademis.

“Sebagai peneliti sejarah, tugas kami adalah menyampaikan data dan fakta. Sejarah boleh keliru dalam penafsiran, tetapi tidak boleh bohong,” tegasnya.

Ia juga menyebut adanya keterkaitan sejumlah tokoh Sidoarjo dengan perjalanan sejarah pergerakan nasional, salah satunya Sosro Kardono, tokoh Sarekat Islam Cabang Sidoarjo yang pernah ditahan pemerintah kolonial Belanda.

“Ini menunjukkan bahwa Sidoarjo memiliki keterkaitan yang cukup kuat dengan dinamika pergerakan nasional bahkan sebelum kemerdekaan,” pungkasnya.

Dengan berbagai bukti yang telah dihimpun, DPC PDI Perjuangan Sidoarjo optimistis SDN Pucang II layak diusulkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten. Penetapan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mengabadikan dan mengenalkan jejak masa kecil Bung Karno kepada generasi muda melalui dunia pendidikan. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.