Penyebab Meninggalnya Peserta Harlah 1 Abad NU Asal Jombang Belum Bisa Dipastikan

oleh -258 Dilihat

 

Foto Almarhum Suhrowardi semasa hidup

(SIDOARJOterkini) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo masih belum bisa memastikan penyebab meninggalnya Suhrowardi peserta resepsi Harlah Satu Abad NU asal Jombang.

Kepala Dinkes Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan, kematian perserta resepsi Harlah satu abad NU baru diketahuinya setelah Kepala Dinkes Jombang mengkonfirmasi dirinya terkait kabar meninggalnya salah satu rombongan dari Jombang tersebut di Sidoarjo.

“Saya langsung tindaklanjuti dengan menghubungi Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dr HM Zulfikar As’ad dan menelusuri setiap posko kesehatan dan ambulan,”ucap Fenny, Rabu 8 Februari 2023.

Ditambahkannya, semua langsung bergerak untuk mencari korban di posko-posko kesehatan dan ambulan. Akhirnya pihaknya mendapatkan informasi jika pemuda berusia 22 tahun asal Dusun Mojogeneng Desa Gedangan Kecamatan Mojowarno Jombang tersebut sudah berada Klinik Bunda Tanggulangin, dan dinyatakan meninggal.

“Informasinya, korban dibawa oleh kedua temannya ke klinik di Tanggulangin, dan berdasarkan informasi dari pihak klinik, korban diduga sudah meninggal 10 menit hingga satu jam sebelum tiba di klinik. Saat tiba di sana dilihat oleh dokter di klinik, itu hasilnya begitu,” katanya.

Fenny menambahkan, informasi yang diterimanya menyebut, jika korban sempat mengeluh sesak napas dan pingsan saat berada di sekitar GOR Delta Sidoarjo. Oleh kedua teman korban, dibawa ke rumah saudaranya di Tanggulangin.

Sebelumnya, korban datang dari Jombang bersama temannya dengan mengendarai motor dan saat sakit korban dibawa temannya dengan berboncengan dua ke Tanggulangin dan klinik. Namun sesampainya di klinik dinyatakan sudah dalam kondisi meninggal.

“Informasi dari temannya itu, tapi ini belum jelas juga, korban sempat salat Dzuhur dan di rakaat terakhir korban sesak napas. Setelah itu dibawa ke klinik,” bebernya.

Fenny Apridawati memastikan bahwa korban meninggal bukan di area Resepsi Harlah Satu abad NU tapi di Tanggulangin.

“Bukan di rings satu, dua atau tiga. Jauh, di Tanggulangin. Penyebab juga belum bisa kami pastikan,” terangnya.

Sementara itu Ketua PW IPNU Jatim, M. Fakhrul Irfansyah mengatakan, jika korban merupakan pengurus PAC IPNU Mojowarnu Jombang. Menurutnya, korban memiliki riwayat penyakit sesak napas. Korban dipastikan dinyatakan meninggal saat berada di klinik Bunda Tanggulangin.

“Dinyatakan meninggal di klinik. Ini kami sedang perjalanan ke rumah duka untuk takziah,” ujar pria asal Bojonegoro itu kepada Radar Sidoarjo. (cles).

No More Posts Available.

No more pages to load.