Rekonstruksi Pembunuhan Sevi Ayu Digelar, Polisi Ungkap Peran Penting Saksi-Saksi

oleh -398 Dilihat
oleh
Foto : Rekonstruksi

SIDOARJOSATU.COM — Kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang driver ojek online (ojol) perempuan asal Sidoarjo, Sevi Ayu Claudia (30), memasuki babak baru. Polres Gresik melakukan rekonstruksi di lokasi awal kejadian yang menjadi tempat korban dihabisi oleh tersangka, Syah Rama (36), Selasa (5/8/2025).

Rekonstruksi digelar di tempat usaha milik pelaku, sebuah kios fotokopi bernama Jaya Makmur di Jalan Griya Bhayangkara Permai, Kelurahan Urangagung, Sidoarjo. Di tempat itulah, menurut hasil penyelidikan, Sevi Ayu diduga kuat dibunuh sebelum jasadnya dibuang ke tepi Jalan Raya Kedamean, Gresik lokasi di mana tubuh korban kemudian ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Baca juga : Seorang Bapak di Desa Klantingsari Tewas, Diduga Dianiaya Anaknya Sendiri

“Kami melakukan rekonstruksi di tempat fotokopi yang menjadi TKP awal pembunuhan, dan menghadirkan empat saksi kunci untuk memperjelas peran masing-masing,” ujar Ipda Andi Muhammad Ashraf Gunawan, Kanit Resmob Polres Gresik.

Empat saksi yang dihadirkan termasuk seorang driver ojol lain yang turut dimintai tolong oleh pelaku untuk memindahkan jasad korban, serta orang tua pelaku yang mengetahui sejumlah informasi penting sebelum dan sesudah kejadian.

Polisi menyebut bahwa rekonstruksi dilakukan untuk memperjelas alur kejadian dan peran para pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Setelah rangkaian rekonstruksi di Sidoarjo selesai, tahap selanjutnya akan digelar di Kedamean, Gresik, lokasi penemuan jenazah korban.

Sementara itu, adik kandung pelaku, Sustiko (27), mengaku telah diberitahu pihak kepolisian soal proses rekonstruksi ini. Ia mengungkapkan bahwa hubungannya dengan sang kakak memang tidak dekat.

“Kalau saya jarang ngobrol sama dia, orangnya tertutup. Paling kalau ada keperluan baru bicara. Lagian sudah beda rumah, jadi jarang ketemu,” kata Sustiko.

Ia juga menyebut bahwa Syah Rama dikenal sebagai pribadi yang mudah emosi dan tertutup, namun tak menyangka akan melakukan tindakan sejauh ini.

Kasus ini mengguncang publik, terutama di kalangan para pengemudi ojek online. Hubungan pertemanan sesama rekan kerja yang seharusnya saling mendukung justru berujung tragis. Pihak kepolisian masih terus mendalami motif di balik pembunuhan yang diduga telah direncanakan itu.

“Kami belum bisa menyampaikan kesimpulan soal motif utama, namun dari hasil sementara, ada dugaan kuat bahwa tindakan ini tidak spontan,” kata seorang penyidik.

Pihak keluarga korban hingga kini masih menanti keadilan ditegakkan. Mereka berharap proses hukum berjalan transparan dan pelaku dihukum setimpal atas perbuatannya. (Had).

No More Posts Available.

No more pages to load.