Seorang Mahasiswi Ditemukan Tewas Dalam Mobil di Tambak Oso Waru, Kepala Terbungkus Kresek

oleh -40 Dilihat

 

Foto Polisi sedang melakukan olah TKP/ist

SIDOARJOterkini – Seorang Mahasiswi ditemukan tak bernyawa dalam mobil Honda Jazz warna hitam nopol AG 1484 BY yang terparkir di komplek perkantoran terbengkalai Royal Business Park, Tambakoso, Waru. Minggu (5/11).

Diketahui, korban bernama Bernadette Caroline Angglica Harianto (22) seorang mahasiswi tingkat akhir di Universitas Airlangga.

Jasad korban ditemukan dengan kepala terbungkus kresek putih yang diisolasi di leher. Lalu ada seutas selang bening di dalam kresek yang terhubung dengan tabung gas helium di kursi kirinya.

“Korban ditemukan Satpam yang sedang patroli di kawasan tersebut sekitar pukul 6.30, “ungkap Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo.

Saat itu Satpam mengecek dan menemukan wanita yang kepalanya terbungkus tas kresek di bangku kemudi. Karena curiga satpampun lapor ke Polsek Waru. Tidak berselang lama Tim Reskrim dan Inafis Polresta Sidoarjo tiba di lokasi

Dikatakan Andaru, pihaknya tiba di lokasi dan mendapati mobil dalam kondisi kaca tertutup rapat.

“Kita belum bisa pastikan penyebab kematiannya, ini kami bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk otopsi,” ungkapnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, polisi juga menemukan barang bukti yaitu dua lembar surat wasiat di kantong kanan celana wanita asal Kediri itu. Dua lembar surat wasiat itu ditulis menggunakan bahasa Inggris. Berisi tentang pesan dan permintaan maaf kepada orang tua serta saudaranya.

Akan tetapi pihak kepolisian enggan memberikan isi pasti dari surat wasiat tersebut. Kendati begitu, Kanitreskrim Polsek Waru AKP Ahmad Yani mengatakan bahwa kertas surat tersebut berasal dari buku tulis milik korban yang ada di apartemennya.

“Iya dari hasil identifikasi ada kemiripan identik dengan tulisan korban di bukunya itu,” ujarnya. Sementara itu saat ditanyai mengenai hasil dari visum sementara, Yani mengatakan tidak ada luka kekerasan apapun ditubuh korban. “Tidak ada luka kekerasan,” jelasnya.

Dari foto saat proses olah TKP diketahui korban dalam kondisi lemas hingga kepalanya masuk di cela antara kursi sopir dan kursi penumpang depan. Tangan kiri korban nampak memegang selang bening yang terhubung ke tabung gas helium.

Sedangkan tabung helium ada di kursi penumpang depan dengan lakban dan gunting yang diduga digunakan sebagai perekat kresek di kepalanya.

Sedangkan lakban tersebut dipasang sedikit longgar sehingga tidak ketat, selang bening yang terhubung dengan gas helium bisa masuk. Yani juga mengatakan bahwa korban sehari-hari tinggal di sebuah Apartemen daerah Genteng Surabaya. “Tinggal sama adiknya,” ungkapnya.

Mengenai adanya indikasi pembunuhan, Yani masih belum bisa memastikannya. Pihaknya menduga kematian korban ini merupakan aksi bunuh diri.

“Dugaan demikian karena juga tidak ada barang yang hilang dan luka kekerasan, tapi kami dalami lagi selepas ada hasil otopsi,” katanya.(cles)

No More Posts Available.

No more pages to load.