Sidak Tiga Rumah Pompa, Bupati Sidoarjo Tegur Kontraktor Kedungpeluk dan Tambah Lima Pompa di Tanggulangin

oleh -544 Dilihat
oleh
Bupati Sidoarjo, Subandi, saat menegur Kontraktor yang pekerjaannya belum sesuai target. (Ist)

SIDOARJOSATU.COM – Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga titik rumah pompa, pada Sabtu (27/12) lalu. Sidak diawali di proyek pembangunan Rumah Pompa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, kemudian dilanjutkan ke Rumah Pompa Kedungbanteng dan Rumah Pompa Banjarpanji di Kecamatan Tanggulangin.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap progres pembangunan infrastruktur pengendali genangan di wilayah rawan banjir.

Saat meninjau Rumah Pompa Kedungpeluk, Bupati Subandi menegaskan sikapnya terhadap kontraktor pelaksana yang dinilai lamban menyelesaikan pekerjaan.

Pembangunan rumah pompa yang masih belum rampung. (Ist)

Ia menyoroti progres proyek yang telah berjalan enam bulan, namun belum juga rampung dan bahkan mengalami deviasi hingga 46 persen.

“Ini sudah enam bulan dikerjakan, tapi progresnya jauh dari target. Deviasinya sampai 46 persen. Saya minta ini menjadi perhatian serius dan tidak ada lagi alasan keterlambatan,” tegas Subandi di lokasi.

Sejak awal, lanjut Subandi, pihaknya telah mengingatkan kontraktor agar memprioritaskan pengerjaan lantai bawah rumah pompa karena merupakan bagian tersulit dan paling krusial. Namun, peringatan tersebut dinilai tidak diindahkan.

“Buktinya sampai sekarang lantai bawah belum selesai. Akibatnya, aliran sungai masih harus ditutup sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar,” ujarnya.

Penutupan aliran sungai tersebut, menurut Subandi, berdampak langsung pada semakin parahnya banjir di wilayah Kedungbanteng dan sekitarnya. Padahal sungai tersebut menjadi jalur utama aliran air dari kawasan itu menuju laut.

Bupati Sidoarjo, Subandi saat dilokasi rumah pompa. (Ist)

Subandi juga menjelaskan bahwa sesuai kontrak awal, masa pengerjaan Rumah Pompa Kedungpeluk seharusnya berakhir pada 26 Desember 2025.

Namun, pemerintah daerah memberikan perpanjangan waktu maksimal selama 50 hari, terhitung mulai 27 Desember 2025.

“Jika sampai batas waktu tambahan yang diberikan proyek ini belum selesai, kami akan menyatakan kontraktor wanprestasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Subandi juga menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan pengawasan ketat agar proyek dapat diselesaikan sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Sementara itu, saat sidak di Rumah Pompa Kedungbanteng dan Banjarpanji, Subandi mengungkapkan rencana penambahan lima unit pompa untuk wilayah Tanggulangin.

“Kami akan menambah lima pompa di wilayah Tanggulangin. Diharapkan penambahan ini bisa mengurangi debit air dan mempercepat surutnya genangan,” katanya.

Di sela-sela sidak rumah pompa, Bupati Subandi juga meninjau dapur umum yang disiapkan untuk warga terdampak banjir.

“Kami menyiapkan makanan sebanyak 4.000 porsi setiap hari, terdiri dari 2.000 porsi siang dan 2.000 porsi malam. Selain itu juga disediakan air bersih, MCK, serta posko kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPUBMSDA Kabupaten Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, menjelaskan bahwa progres pembangunan Rumah Pompa Kedungpeluk saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Salah satu kendala utama di lapangan adalah kondisi tanah di tebing sungai yang sangat gembur.

“Kondisi tersebut memicu longsoran saat mendapat tekanan air, baik dari aliran sungai maupun dari pengaruh pasang surut laut,” ungkap Dwi.

Ia menambahkan, saat ini pasang air laut mencapai sekitar 120 sentimeter sehingga meningkatkan debit air di seluruh wilayah pesisir. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam percepatan pembangunan.

Rumah Pompa Kedungpeluk dirancang tidak hanya sebagai sarana pompanisasi, tetapi juga sebagai pengendali genangan untuk wilayah pesisir Kecamatan Candi serta tiga desa di Kecamatan Tanggulangin.

Sistem ini akan terintegrasi dengan estafet pembuangan air dari Rumah Pompa Kedungbanteng melalui jalur hilir.

DPUBMSDA menargetkan Rumah Pompa Kedungpeluk memiliki kapasitas dua kali lipat dibandingkan Rumah Pompa Kedungbanteng, yakni mencapai 2.400 liter per detik.

Sementara kapasitas Rumah Pompa Kedungbanteng sebesar 1.200 liter per detik dan Rumah Pompa Banjarpanji sebesar 400 liter per detik.

“Dengan peningkatan kapasitas ini, kami berharap genangan di wilayah pesisir Kecamatan Candi dan Tanggulangin dapat dikendalikan secara optimal,” tuturnya.

Selain pompanisasi, kami juga melakukan peningkatan aliran pesisir serta pembangunan dam untuk memperkuat sistem pengendalian air. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.