SIDOARJOSATU.Com – Komisi C DPRD Sidoarjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap dua proyek peningkatan jalan di wilayah Sidoarjo Barat, Rabu (16/9/2026). Pengawasan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai kontrak, tepat waktu, dan memenuhi standar mutu.
Dua proyek yang disidak yakni peningkatan Jalan RPH Krian–Baldes Kemangsen serta Jalan Kebonagung–Tambak Kemeraan, ruas Kemasan–Junwangi, Kecamatan Krian.
Pada proyek Jalan RPH Krian–Baldes Kemangsen senilai Rp3,6 miliar yang dikerjakan PT Berlian Karya Teknik, anggota Komisi C M. Nizar dan M. Abud Asyrofi menyoroti pengelolaan material bekas pembongkaran rigid beton.
Nizar mempertanyakan keberadaan besi bekas dan material hasil galian. Menurutnya, material tersebut harus ditampung dan dikelola secara jelas sesuai ketentuan.
BACA JUGA: Hearing Di DPRD Sidoarjo, Warga Desa Pranti Minta BPN Sidoarjo Segera Beri Kepastian
“Seharusnya ada penampungan bekas galian. Juga dipertanyakan ke mana besi bekas rigid beton tersebut,” tegas Nizar.
Untuk progres, proyek tersebut justru tercatat melampaui target. Berdasarkan laporan konsultan pengawas, target pekerjaan 4,76 persen, sedangkan realisasi mencapai 8,31 persen atau lebih cepat 3,55 persen.
Sementara itu, pada proyek Jalan Kemasan–Junwangi senilai Rp18,079 miliar yang dikerjakan PT Bangun Konstruksi Persada, Komisi C menemukan progres pekerjaan masih di bawah target.

Target pekerjaan tercatat 32,94 persen, sementara realisasi baru 27,18 persen. Kondisi ini menunjukkan deviasi negatif yang harus segera dikejar agar proyek selesai sesuai jadwal.
“Kami berharap pelaksana cepat mengejar target. Jangan sampai terlambat dan terkena denda. Kalau telat tidak pandang bulu, Komisi C siap merekomendasikan di-blacklist. Yang terpenting, mutu juga harus dijaga,” tegas Nizar.
Komisi C juga mendorong Pemkab Sidoarjo mempertimbangkan pelebaran Jalan Kemasan–Junwangi. Ruas jalan yang saat ini sekitar tujuh meter dinilai strategis karena menjadi penghubung menuju wilayah Sukodono.
Nizar mengusulkan pelebaran hingga 10 meter, termasuk opsi pemanfaatan sebagian area sungai dengan pemasangan U-Ditch, setelah melalui kajian teknis dan sesuai aturan.
“Kalau jalan semakin lebar, perekonomian akan berdampak positif. Ini bisa menjadi usulan untuk pembangunan berikutnya,” pungkasnya.
Sidak tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD Sidoarjo terhadap pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran daerah, baik dari sisi progres, mutu, maupun pengelolaan material proyek. (zal)






