Sidoarjo Bidik Eliminasi TB Lebih Cepat

oleh -62 Dilihat
oleh
Foto : Sosialisasi Peran PKK dalam Penanggulangan TBC Berbasis Lingkungan di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (21/5/2026).

SIDOARJOSATU.COM — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memasang target ambisius untuk mengeliminasi tuberkulosis (TB) lebih cepat dari target nasional tahun 2030. Pemkab menargetkan penanganan TB di Kota Delta dapat tuntas pada tahun 2028 melalui penguatan deteksi dini, pendampingan pasien dan perbaikan lingkungan sehat berbasis masyarakat.

Percepatan eliminasi TB itu diperkuat melalui pelibatan aktif kader PKK hingga tingkat desa dalam kegiatan Sosialisasi Peran PKK dalam Penanggulangan TBC Berbasis Lingkungan di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (21/5/2026).

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi menegaskan, PKK memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak edukasi kesehatan di lingkungan masyarakat.

“PKK fokus pada deteksi dini, pendampingan pasien, dan promosi lingkungan sehat untuk memutus rantai penularan tuberkulosis,” ujarnya.

Baca juga : Kunker Ke Sidoarjo, Menko PMK Minta Pemkab Sidoarjo Bekerja Lebih Keras Dalam Penurunan Angka Stunting dan Kemiskinan

Menurut Sriatun, peran ibu rumah tangga sangat menentukan kualitas kesehatan keluarga. Ia menyebut seorang ibu bisa menjadi “insinyur rumah tangga” yang mampu menciptakan rumah sehat melalui pengaturan ventilasi, pencahayaan dan kebersihan lingkungan.

“Ibu di rumah adalah perancang utama kesejahteraan keluarga. Ibu memiliki kekuatan untuk mengatur tata letak dan ventilasi rumah agar menjadi hunian yang sehat dan nyaman,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat membudayakan gerakan “Pentasuling” atau menjemur bantal, kasur dan guling sebagai langkah sederhana menjaga kebersihan rumah dan mencegah penularan penyakit.

Tak hanya itu, Sriatun mengingatkan pentingnya dukungan moral kepada pasien TB agar tidak merasa dijauhi lingkungan sekitar. Menurutnya, stigma negatif terhadap penderita TB masih menjadi tantangan dalam proses penyembuhan.

“Jangan takut kepada pasien TB dan jangan sampai dikucilkan. Mereka butuh diajak komunikasi, diberikan dukungan agar rutin minum obat, kontrol, dan menjaga pola makan sehat,” tegasnya.

Ia juga meminta para kader aktif mengingatkan pasien TB untuk disiplin memakai masker demi mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain.

Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis paru, Bagus Wicaksono menjelaskan bahwa TB masih menjadi penyakit menular yang berbahaya apabila tidak segera ditangani.

“Satu penderita TB bisa menularkan penyakit kepada 15 sampai 20 orang lainnya jika tidak segera diobati,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, batuk darah, sesak napas hingga nyeri dada.

“TB bisa sembuh jika ditemukan lebih awal dan pasien disiplin menjalani pengobatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia, Khusnul Khotimah menilai faktor lingkungan menjadi salah satu penentu utama penyebaran TB.

Menurutnya, rumah sehat harus memiliki ventilasi memadai, pencahayaan cukup dan tingkat kelembaban ideal sekitar 60 persen agar risiko penularan penyakit dapat ditekan.

“TB adalah tanggung jawab kita bersama. Kolaborasi petugas TB dengan petugas sanitarian sangat penting untuk menemukan, mengobati hingga pasien sembuh,” ujarnya.

Di sisi lain, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Djoko Setijono mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 5.800 kasus TB di Kabupaten Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, penanganan telah mencapai sekitar 91 persen atau sekitar 5.700 kasus.

Untuk mendukung target eliminasi TB tahun 2028, Dinas Kesehatan telah menyiapkan layanan pengobatan TB di 170 fasilitas kesehatan serta memperluas screening suspect TB secara masif di masyarakat.

Selain itu, pembentukan Desa Siaga TB juga terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kecamatan. Pemerintah juga mendorong imunisasi dasar lengkap serta gerakan menjaga kebersihan lingkungan rumah sebagai langkah pencegahan penyebaran TB. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.