SIDOARJOSATU.COM— Perempuan sebagai pilar utama keluarga memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak. Guna memperkuat peran tersebut, Pokja III TP PKK Kabupaten Sidoarjo menggelar Sosialisasi Jajanan Sehat yang ditujukan bagi guru SD/MI dan kader PKK se-Kabupaten Sidoarjo.
Acara ini diselenggarakan untuk memperkenalkan konsep jajanan sehat kepada kalangan sekolah serta memberikan edukasi mengenai pentingnya kebersihan, gizi, dan keamanan makanan bagi anak-anak.
Baca juga : TP PKK Sidoarjo Gencarkan Edukasi Cegah TBC dan HIV/AIDS, Targetkan Eliminasi TBC 2030
“Anak usia sekolah adalah kelompok yang rentan terhadap kekurangan zat gizi, terutama energi. Ini karena mereka tengah berada pada masa puncak pertumbuhan, baik tinggi maupun berat badan,” ujar Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, dr. Hj. Sriatun Subandi, saat membuka acara secara simbolis, Jumat (21/6/2025).
Menurut Sriatun, sebanyak 10 hingga 20 persen kebutuhan gizi harian anak dipenuhi melalui jajanan di sekolah. Oleh karena itu, perhatian terhadap nilai gizi dan kebersihan makanan menjadi sangat krusial.
“Jajanan sehat harus mengandung nutrisi yang baik, aman dikonsumsi, dan bebas dari bahan berbahaya. Dengan begitu, dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal,” lanjutnya.
Kegiatan yang diikuti oleh 225 peserta terdiri dari kader TP PKK tingkat kabupaten dan kecamatan serta para guru SD/MI, menghadirkan sejumlah narasumber dari Dinas Kesehatan. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Laksmi Herawati Yuwantina, turut memberikan pemaparan mengenai kriteria jajanan sehat yang ideal.
“Jajanan sehat harus bersih, dimasak hingga matang, bergizi, segar, dan bebas dari bahan tambahan berbahaya. Ini adalah fondasi bagi pemenuhan gizi seimbang anak,” katanya.
Baca juga : Istri Subandi Dilantik Sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo
Sriatun menambahkan, edukasi ini tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, tetapi juga kepada para ibu agar mereka bisa menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga.
“Kami ingin para ibu memahami pentingnya memilih makanan yang sehat untuk anak-anaknya, dan sekolah bisa bekerja sama dengan kantin untuk menyediakan pilihan jajanan yang aman dan bergizi,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Sriatun mengimbau agar anak-anak dibiasakan membawa bekal dari rumah. Menurutnya, jajanan yang mencurigakan dari segi warna, bau, maupun rasa perlu dihindari. Sekolah, kata dia, juga diharapkan berperan aktif dalam mengawasi jajanan yang beredar di lingkungan kantin.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi awal dari gerakan perubahan menuju hidup yang lebih sehat, dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat luas,” pungkasnya. (Had).





