TP PKK Sidoarjo Gencarkan Edukasi Cegah TBC dan HIV/AIDS, Targetkan Eliminasi TBC 2030

oleh -673 Dilihat
oleh
Foto : Workshop di Pendopo Delta Wibawa libatkan kader dari desa hingga kecamatan, dorong aksi nyata melalui GERMAS, Kamis, (15/5/2025).

SIDOARJOSATU.COM – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat peran kadernya dalam pencegahan penyakit menular, khususnya TBC dan HIV/AIDS. Upaya ini diwujudkan dalam sebuah workshop edukatif yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (15/5/2025).

Acara ini dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, dr. Hj. Sriatun Subandi, dan menghadirkan dua narasumber dari kalangan medis: Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Laksmie Herawati Yuwantina, M.Kes., serta dr. Fitri Sriyani, Sp.KFR., dari RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Kegiatan ini diikuti oleh kader TP PKK dari tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan. Tujuannya, membekali para kader dengan pemahaman mendalam mengenai bahaya TBC dan HIV/AIDS, sekaligus membangun kesadaran kolektif melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

“TBC merupakan penyakit menular yang bisa dicegah dan ditanggulangi, baik dengan imunisasi maupun dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Dengan pengobatan yang teratur dan pola hidup bersih, penularan bisa ditekan,” ujar Sriatun dalam sambutannya.

Menurut Sriatun, kader PKK memiliki peran strategis karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali informasi dan keterampilan untuk mengenali gejala TBC, mendorong warga mencari pengobatan, serta menerapkan kebiasaan sehat di lingkungannya.

Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) setiap 24 Maret menjadi momentum penting untuk meningkatkan komitmen bersama dalam memerangi TBC. Tema nasional HTBS 2025, “Giatkan Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis”, menjadi pengingat bahwa Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi kedua di dunia setelah India.

Melalui workshop ini, TP PKK Sidoarjo mendorong sejumlah aksi nyata yang dapat dilakukan mulai dari tingkat rumah tangga, antara lain:

1. Menjaga kebersihan rumah dan mempraktikkan Petal Sorleng (mepe bantal, kasur, guling) minimal seminggu sekali, serta memperbaiki pencahayaan dan ventilasi. Sinar matahari terbukti efektif membunuh bakteri TBC.

2. Mengedukasi masyarakat untuk tidak batuk sembarangan di ruang tertutup seperti lift dan ruang publik.

3. Membiasakan cuci tangan menggunakan sabun serta menyediakan fasilitas cuci tangan di rumah.

4. Mendorong masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila menunjukkan gejala TBC.

“Mari kita semua kader TP PKK Kabupaten Sidoarjo bersama-sama mensosialisasikan dan menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat, dimulai dari rumah tangga hingga dasa wisma,” ajak Sriatun.

Lebih lanjut, Sriatun menekankan pentingnya membangun komitmen berjenjang dari TP PKK kabupaten ke kecamatan, lalu ke desa atau kelurahan, hingga RT/RW.

Dengan keterlibatan aktif para kader, Pemkab Sidoarjo berharap eliminasi TBC bisa tercapai pada tahun 2030. GERMAS diyakini menjadi langkah preventif yang mudah, murah, dan efektif untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan bebas dari penyakit menular.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya konsisten TP PKK Sidoarjo dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, memperkuat deteksi dini penyakit, dan memperluas jangkauan promosi hidup sehat di seluruh wilayah kabupaten. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.