Usai Kureksari Rampung, Bupati Sidoarjo Subandi Kecewa Progres Betonisasi Kedungrejo–Wadungasri

oleh -457 Dilihat
oleh
Bupati Sidoarjo, Subandi, saat berbincang bersama Kadis PUBMSDA, Kontraktor, serta Stakeholder terkait dilokasi betonisasi. (Ist)

SIDOARJOSATU.COM – Jalan Kureksari–Kepuhkiriman mulai dapat dilalui, pada Senin (29/12), menyusul rampungnya proyek betonisasi jalan tersebut. Pekerjaan infrastruktur itu mencakup ruas jalan sepanjang 1,340 kilometer.

Meski demikian, akses jalan untuk sementara masih dibatasi. Jalan beton tersebut baru diperbolehkan dilintasi kendaraan roda dua guna menjaga kualitas dan kekuatan konstruksi.

Sementara pada Minggu (28/12/2025) kemarin, Bupati Sidoarjo, Subandi, meninjau langsung kualitas beton Jalan Kureksari–Kepuhkiriman tersebut.

Bupati Sidoarjo, Subandi, saat pengecekan jalan yang di beton. (Ist)

Dalam peninjauan tersebut, ia memastikan bahwa proyek betonisasi telah rampung dan secara teknis siap digunakan.

“Kureksari hari ini sudah selesai. Tinggal menunggu proses pengeringan agar beton benar-benar kuat,” ujar Subandi.

Baca juga : Pidana Narkotika Dominasi Perkara PN Sidoarjo, Sepanjang 2025 Tangani Hampir 2.000 Kasus

Sebelumnya, Subandi juga meninjau progres betonisasi Jalan Kedungrejo–Wadungasri. Dalam peninjauan tersebut, ia mengaku kecewa karena realisasi pekerjaan jalan beton sepanjang 1,8 kilometer itu dinilai jauh dari target.

Berdasarkan evaluasi di lapangan, deviasi pekerjaan mencapai 34 persen dari jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak, sementara sisa waktu pelaksanaan hanya tinggal empat hari.

“Ini tadi kita hitung. Satu sisi jalan yang dibeton baru mampu dikerjakan sekitar 100 meter per hari. Dengan panjang 1,8 kilometer, berarti membutuhkan 18 hari, itu pun baru satu sisi, belum termasuk sisi sebelahnya,” ujar Subandi.

Oleh karena itu, Subandi berharap pengerjaan betonisasi Jalan Kedungrejo–Wadungasri dapat segera diselesaikan.

Baca juga : Sidak Tiga Rumah Pompa, Bupati Sidoarjo Tegur Kontraktor Kedungpeluk dan Tambah Lima Pompa di Tanggulangin

Ia menegaskan, ruas jalan tersebut memiliki tingkat mobilitas yang cukup tinggi karena berada di kawasan padat penduduk sekaligus menjadi akses penting aktivitas industri.

“Ini kan daerah padat penduduk. Kasihan warga, terutama yang berada di wilayah Brebek. Kondisi ini akan menjadi bahan koreksi,” ujar Subandi.

Bupati Subandi juga menduga keterlambatan pekerjaan disebabkan oleh lemahnya kemampuan modal kontraktor pelaksana untuk mempercepat proses betonisasi.

Menurutnya, secara teknis pekerjaan pengecoran jalan seharusnya dapat dikebut hingga 300 meter per hari. Dan dugaan tersebut bukan tanpa dasar.

Ia menyoroti fakta bahwa sejumlah proyek betonisasi jalan di Kabupaten Sidoarjo dikerjakan oleh pihak yang sama.

“Mulai dari Kureksari, Tambakrejo, sampai Brebek itu dikerjakan oleh orang yang sama. Apakah modalnya tidak ada atau bagaimana, kita tidak tahu,” tuturnya.

Baca juga : Adies Kadir: Jangan Ada Lagi Anak Indonesia Putus Sekolah

Tapi, lanjutnya, kalau modalnya mampu tidak mungkin hanya 100 meter per hari, bisa langsung 300 meter. Dengan begitu pekerjaan tentu cepat selesai.

” Yang tahu kondisi sebenarnya kan kontraktor pemenangnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Subandi juga meninjau pengerjaan jembatan penghubung antara Desa Tambak Sawah dan Desa Tambak Sumur.

Ia menilai proyek jembatan tersebut tidak mengalami kendala berarti dan hanya membutuhkan percepatan penyelesaian.

“Saya kira jembatan di Tambak Sawah tidak ada masalah, tinggal dipercepat saja pengerjaannya,” pungkasnya. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.