Video Viral Kericuhan di Sedati, Warga Datangi Rumah Terduga Pelaku Investasi Bodong hingga Adu Fisik

oleh -862 Dilihat
oleh
Tangkapan layar video saat kericuhan warga Pabean, Sedati, Sidoarjo, yang diduga masalah investasi bodong. (Ist)

SIDOARJOSATU.COM – Sebuah video viral berdurasi sekitar 24 detik di media sosial yang memperlihatkan kericuhan antara sejumlah warga di Desa Pabean Kecamatan Sedati, Sidoarjo, pada Sabtu malam 13 Desember 2025.

Kericuhan tersebut dipicu ketika sejumlah warga yang merasa menjadi korban dugaan investasi bodong mendatangi rumah terduga pelaku berinisial F.A untuk meminta kejelasan tentang dana yang mereka setorkan dengan keuntungan tinggi namun tidak kembali.

Menurut salah satu korban, Inge Anggunia, dirinya dan korban lain datang dengan itikad baik untuk menagih dan mempertanyakan uang mereka.

Namun situasi berubah ricuh setelah terjadi adu argumen, dan seorang perempuan yang mengaku sebagai ibu dari terduga pelaku F.A sempat melakukan aksi fisik seperti menjambak rambut dan memukul dengan paralon kecil hingga terjadi saling dorong.

“Dia tiba-tiba marah, menjambak rambut saya, memukul pakai paralon kecil sampai pecah, dan sempat terjadi dorong-dorongan,” ujar Inge, saat dikonfirmasi Selasa (16/12).

Inge mengungkapkan, investasi tersebut sejak awal ditawarkan dengan mengatasnamakan sebuah perusahaan atau PT.

Dari situ, sehingga membuat para korban merasa yakin dan aman. Skema investasi itu disebut-sebut diputar di sejumlah perusahaan.

“Awalnya disampaikan bahwa investasi ini atas nama PT. Namun kenyataannya, uang yang kami setorkan tidak masuk ke PT tersebut, melainkan diputar sendiri oleh F A. Bahkan ada informasi dana itu juga disetorkan ke pihak lain,” jelasnya.

Ia mengaku mulai bergabung pada akhir November 2025, dengan menyetorkan dana sebesar Rp1,1 juta. Para korban dijanjikan keuntungan Rp16 ribu untuk setiap modal Rp100 ribu dalam jangka waktu enam hari.

“Saya setor pada 26 November. Dijanjikan uang kembali dalam enam hari, tapi sampai sekarang tidak ada pengembalian sama sekali,” paparnya.

Kecurigaan para korban kian menguat setelah melihat unggahan media sosial terduga pelaku yang kerap menampilkan gaya hidup mewah. Inge menduga, kemewahan tersebut bersumber dari dana para korban.

“Saya curiga uang kami dipakai untuk foya-foya. Korbannya bukan hanya saya, tapi banyak ibu-ibu lainnya. Total kerugiannya kabarnya bisa mencapai ratusan juta rupiah,” tambahnya.

Atas peristiwa tersebut, Inge bersama para korban lainnya berencana melaporkan dugaan penipuan investasi bodong sekaligus dugaan penganiayaan ke pihak kepolisian.

Mereka berharap aparat penegak hukum segera bertindak dan mengamankan terduga pelaku agar perkara tersebut dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.