BERBAGI PENGALAMAN ; Chef Asty Latih Skil Anggota DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Bikin Jajanan Pasar

oleh -489 Dilihat
oleh
Foto : Chef Astiani saat mempraktekkan pembuatan Cireng kepada anggota DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Jumat, (12/7/2024).

Sidoarjosatu.com | SURABAYA – Mengasah kemampuan dan keterampilan (skil) dalam pembuatan kue dibutuhkan ekstra sabar. Sebab, kesabaran itu akan berdampak pada kualitas dari kue yang dihasilkan.

Hal itu disampaikan Chef Asty saat menjadi mentor dalam kegiatan Baking Class yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Pusat Pelatihan dan Kursus “Asty” di Ruang Serbaguna Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dalam kegiatan tersebut, para anggota DWP dilatih cara pembuatan jajanan pasar, talam abon, kue tok, cireng dan aneka macam roti manis.

“Sebenarnya ini bukan kali pertama bekerjasama dengan Dinas. Kebetulan hari ini benar-benar beda ya. Kalau biasanya saya (demo) sendiri, tapi hari ini kami dibantu beberapa principle seperti Rose Brand, Pronas, Pondan, Mychiz, Cheers, Khotijah, Primera, Interflour Dan Mix Milk),” ujar Chef Asty yang juga entrepreneur, Jumat, (12/7/2024).

Baca juga ; Gandeng Chef Asty, DWPDinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim Gelar Baking Class 

Berkecimpung di dunia Tata boga, lanjut Chef Asty, memang gampang-gampang susah. Hanya saja dibutuhkan ekstra sabar agar produk yang dihasilkan benar-benar berkualitas. Dia juga bercerita pernah mengadakan pelatihan bagi anak-anak siswa-siswi SD, SMP, dan SMA. Tujuannya tidak lain agar para siswa lebih kreatif dan memiliki jiwa wirausaha sejak dini.

“Kemarin kita mengadakan pelatihan untuk  anak-anak. Misal bikin bakso, bikin roti dan lain sebagainya. Kegiatan itu untuk mengisi liburan. Ini sangat bagus sekali untuk mengasah keterampilan mereka,” jelasnya.

Nah, kali ini Chef Asty secara khusus berbagi pengalaman kepada anggota DWP sekaligus mempraktekkan langsung pembuatan kue. Mulai dari bahan-bahan yang dibutuhkan, meracik hingga proses penggorengan.

“Sebenarnya yang harus diperhatikan ketika membuat ini dan itu adalah kesabaran kuncinya. Karena banyak ibu-ibu terutama yang inginnya cepat selesai, cepat-cepat bagus, dan cepet mengembang. Padahal semua itu kan butuh proses. Kecuali jika sudah terlatih atau sering ikut kursus itu akan terbiasa,” terang Chef Asty yang juga  Owner Cathering Asty.

Seperti hari ini, Chef Asty sengaja memilih untuk pembuatan kue jajanan pasar karena jajanan pasar itu abadi alias tiada habisnya. Selalu ada inovasi agar lebih menarik dan enak. Sementara untuk pembuatan roti agar anggota DWP dapat berwirausaha untuk kedepannya.

“Semoga apa yang kita bagi hari ini bisa bermanfaat untuk kedepannya. Sehingga mereka bisa membuka usaha (wirausaha) dengan cermin cemilan yang kita ajarkan hari ini. Selain itu harapannya dapat meningkatkan perekonomian keluarga kedepan,” harapnya.

Foto ; Ketua Bidang Pendidikan DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rini Deny bersama Chef Asty.

Rini Deny, Ketua Bidang Pendidikan DWP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tak menyangka jika cireng yang dibuatnya terlihat berbeda dari biasanya. Bahkan rasanya pun diluar dugaan.

“Terus terang ini surprise bagi kami. Cireng yang biasanya diisi daging atau ayam, tapi kali ini diisi dengan bahan buah-buahan (bengkoang). Tetap aja rasanya enak. Dan tepung yang digunakan ini juga sangat lembut dan mudah digigit,” ujar Rini.

Usai mendapat pelatihan ini, Rini mengaku akan membuat jajanan pasar sendiri dirumah. Berbekal materi dan praktek bersama Chef Asty, pembuatan jajanan pasar dan roti lebih mudah.

“Terus terang saya belum pernah buat ini, tapi besok saya akan buat sendiri di rumah. Karena pembuatannya lebih simple dan gampang. Kami sangat berterima kasih sudah diberikan bekal pelatihan,” tandasnya. (Had).

No More Posts Available.

No more pages to load.