Bukan Sekadar Penghargaan, Sidoarjo Mantapkan Langkah Menuju Kabupaten STBM 5 Pilar Tingkat Madya

oleh -595 Dilihat
oleh
Foto : Peninjauan lapangan oleh Tim Verifikasi Kementerian Kesehatan RI pada Senin (23/6).

SIDOARJOSATU.COM — Setelah sukses menyabet predikat Terbaik I Kategori Pratama dalam ajang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo kini menatap pencapaian yang lebih tinggi: meraih predikat STBM 5 Pilar Tingkat Madya Nasional pada 2025.

Komitmen itu dibuktikan melalui peninjauan lapangan oleh Tim Verifikasi Kementerian Kesehatan RI pada Senin (23/6/2025). Lima titik unggulan yang merepresentasikan keberhasilan penerapan STBM di Sidoarjo dipaparkan secara nyata, menunjukkan sinergi lintas sektor, inovasi lokal, dan tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi dan lingkungan sehat.

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menegaskan bahwa program STBM ini bukan sekadar urusan administratif atau mengejar trofi prestise.

“Kami tidak sedang mengejar penghargaan semata. Ini tentang bagaimana masyarakat bisa benar-benar hidup bersih, sehat, dan mandiri. STBM 5 Pilar Tingkat Madya adalah bukti bahwa Sidoarjo layak menjadi kabupaten yang berdaya, berkelanjutan, dan layak huni,” ujarnya.

Lima lokus unggulan STBM Sidoarjo dipilih untuk menunjukkan pendekatan holistik yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat.

1. SMPN 1 Gedangan menjadi sekolah percontohan dengan penerapan menyeluruh STBM, dari kantin sehat bebas 5P (Pewarna, Pengawet, Perasa, Pemanis buatan, Penyedap), fasilitas CTPS, hingga pengelolaan limbah dapur dengan grease trap.

2. Puskesmas Gedangan menonjol lewat layanan berbasis GEDSI (Gender, Disability, and Social Inclusion) dan menjadi model integrasi STBM dalam pelayanan publik.

3. RT 40 Perum Magersari – Kampung Mandiri menghadirkan inovasi “Rumah STBM”, simulasi penyedotan lumpur tinja terpadu (LLTT), Tabungan TAMMARA, bank sampah, dan Taman Obat Keluarga (TOGA).

4. RT 23 Perum Sekardangan – Kampung Edukasi Sampah, memperlihatkan kekuatan edukasi masyarakat, pengolahan pupuk cair, solar cell, IPAL komunal, dan budaya CTPS yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

5. TPA Griyo Mulyo, menjadi pionir global dalam pengelolaan keuangan persampahan berbasis BLUD, menerapkan metode ERiC dan sanitary landfill, serta memproduksi kompos dan eco-lindi secara berkelanjutan melalui IPAL modern.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, menekankan pentingnya kolaborasi multi pihak dalam mewujudkan impian besar Sidoarjo.

“Kekuatan Sidoarjo terletak pada peran aktif masyarakat. Setiap lokus yang kami tampilkan hari ini adalah hasil nyata kolaborasi yang berjalan. Ini adalah kekuatan hexahelix: pemerintah, masyarakat, akademisi, swasta, media, dan komunitas,” jelasnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmi Herawati, menggarisbawahi bahwa sanitasi bukan hanya soal fasilitas fisik, tetapi perubahan pola pikir.

“STBM bukan sekadar infrastruktur. Kami ingin kebersihan dan sanitasi menjadi budaya hidup warga, mulai dari sekolah, fasilitas kesehatan, hingga rumah tangga,” ujarnya.

Peninjauan ini diharapkan menjadi langkah awal Sidoarjo dalam menembus STBM Award Tingkat Madya Nasional. Namun lebih dari itu, Pemkab Sidoarjo ingin meletakkan fondasi kuat bagi peradaban baru: masyarakat yang sehat, sadar sanitasi, dan mandiri.

Dengan pendekatan partisipatif dan strategi menyeluruh dari hulu ke hilir, Sidoarjo membuktikan bahwa membangun sanitasi sejati bukan hanya membangun infrastruktur—tetapi membangun budaya hidup yang bermartabat. (Had).

No More Posts Available.

No more pages to load.