SIDOARJOSATU.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sidoarjo menyoroti dampak konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah terhadap sektor industri dan dunia usaha di daerah.
Ketua Kadin Sidoarjo, Ubaidillah Nurdin, mengatakan gejolak geopolitik di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas harga minyak dunia.
Menurutnya, konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah dapat memicu kenaikan harga minyak mentah di pasar global.
Jika hal itu terjadi, dampaknya pasti dirasakan langsung oleh berbagai sektor. Termasuk di Industri Sidoarjo, yang bergantung pada bahan bakar minyak (BBM).
“Kalau harga minyak naik, harga jual produk juga hampir pasti mengalami kenaikan,” terang Nurdin, (11/3/2026).
Baca juga : Kadin Sidoarjo Santuni Puluhan Anak Yatim dan Beri Penghargaan Juara MTQ–Banjari dalam Safari Ramadhan
Ia mengingatkan, para pelaku usaha lokal agar mulai melakukan langkah antisipatif, salah satunya dengan melakukan efisiensi dalam penggunaan bahan bakar.
Langkah efisiensi tersebut dinilai penting agar dunia usaha Sidoarjo, tetap mampu bertahan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global.
Nurdin juga berharap kondisi tersebut tidak sampai memicu gejolak ketenagakerjaan, khususnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Jangan sampai ada gejolak PHK di Sidoarjo,” tegasnya.
Selain itu, Kadin Sidoarjo turut menyatakan dukungan terhadap program pemerintah pusat, yakni Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pemanfaatan komoditas kelapa sawit dan tebu sebagai bahan bakar alternatif.
Menurut Nurdin, saat ini pemanfaatan kelapa sawit sudah digunakan dalam campuran bahan bakar biodiesel B20. Ke depan, ia berharap pengembangannya dapat meningkat hingga mencapai B50.
“Memang saat ini masih dalam proses, tetapi kita harus optimistis dengan pengembangan pemanfaatan energi tersebut,” pungkasnya. (Had).





