Kejari Surabaya Selamatkan Aset Negara Rp1,5 Triliun Sepanjang 2025, PNBP Naik 21,89 Persen

oleh -342 Dilihat
oleh
Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Ajie Prasetya.(zal/Sidoarjo.com)

SIDOARJOSATU.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya mencatatkan capaian kinerja gemilang sepanjang tahun 2025. Melalui Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Kejari Surabaya berhasil menyelamatkan aset negara berupa tanah dan bangunan senilai Rp1.501.226.129.750, sekaligus memulihkan keuangan negara sebesar Rp21.472.889.991,45. Rabu (31/12/2025).

Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Ajie Prasetya, menyampaikan bahwa hasil tersebut merupakan buah dari kinerja optimal Seksi Datun yang turut ditopang prestasi sejumlah seksi lainnya di lingkungan Kejari Surabaya.

Baca juga: Kejati Jatim Paparkan Capaian Kinerja 2025, Selamatkan Ratusan Miliar Keuangan Negara

Kepala Kejari Surabaya, Ajie Prasetya, saat wawancara. (zal/Sidoarjosatu.com)

“Capaian ini menunjukkan sinergi dan kerja keras seluruh bidang dalam menjalankan fungsi penegakan hukum sekaligus penyelamatan keuangan negara,” ujar Ajie Prasetya.

Di bidang Pembinaan, Kejari Surabaya mencatat peningkatan signifikan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari tahun 2024 ke 2025 sebesar 21,89 persen.

PNBP tersebut bersumber dari kegiatan penjualan, administrasi, penegakan hukum, serta uang sitaan perkara tindak pidana korupsi.

“Realisasi PNBP mengalami kenaikan 21,89 persen. Sumbernya antara lain dari penjualan, administrasi, penegakan hukum, serta uang sitaan korupsi dan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Seksi Intelijen juga menorehkan kinerja positif melalui berbagai program edukatif dan preventif, seperti Jaksa Menyapa, Jaksa Masuk Sekolah, serta kampanye antikorupsi yang dinilai berjalan efektif di tengah masyarakat.

Baca juga: Industri Media di Persimpangan Transformasi Digital, Adaptasi Jadi Harga Mati di 2026

Kejaksaan Surabaya saat konferensi pers. (zal/sidoarjo.com)

“Berkat capaian tersebut, Seksi Intelijen menempati peringkat empat kinerja bidang intelijen Kejaksaan Negeri Tipe A tingkat Jawa Timur,” ungkap Ajie.

Pada Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum), Kejari Surabaya menerima 1.793 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) sepanjang Januari hingga Desember 2025.

Sehingga dari jumlah tersebut, 56 perkara yang didominasi kasus pencurian dan diselesaikan melalui pendekatan keadilan restoratif.

“Prestasi yang diraih antara lain peringkat satu Kejaksaan Negeri Tipe A se-Jawa Timur dalam penyelesaian perkara melalui restorative justice, serta penghargaan dari Mahkamah Agung atas pelaksanaan sistem E-Berpadu,” paparnya.

Baca juga: Kriminalitas di Sidoarjo Turun 32 Persen Sepanjang 2025, Polresta Catat Kinerja Penegakan Hukum Kian Efektif

Di bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Ajie menyebutkan terdapat sembilan perkara korupsi yang telah masuk tahap penuntutan, lima perkara dalam penyidikan, serta lima perkara pada tahap penyelidikan.

“Atas kinerja tersebut, Bidang Pidsus meraih peringkat tiga kinerja Kejaksaan Negeri Tipe A tingkat Jawa Timur,” ujarnya.

Adapun Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan berhasil melampaui target pemulihan aset kejaksaan secara signifikan.

Dari target awal Rp1.752.000.000, realisasi pemulihan aset mencapai Rp5.282.350.225 atau setara 301,50 persen.

“Prestasi yang diraih adalah peringkat satu kinerja bidang pemulihan aset Kejaksaan Negeri Tipe A tingkat Jawa Timur,” pungkasnya.(zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.