Legislatif Soroti Pengelolaan PDAM Sidoarjo: Akses Terbatas, Tarif Mahal, Layanan Lambat

oleh
Foto : Raymond Tara Wahyudi (dok).

SIDOARJOSATU.COM — Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Fraksi PDI Perjuangan, Raymond Tara Iswahyudi, menyoroti sejumlah persoalan serius terkait layanan air bersih oleh PDAM Delta Tirta. Mulai dari keterbatasan akses, mahalnya tarif, hingga kualitas layanan yang dinilai masih jauh dari harapan masyarakat.

Raymond Tara menyampaikan bahwa meskipun PDAM telah beroperasi cukup lama di Sidoarjo, kenyataannya masih terdapat wilayah-wilayah yang belum terjangkau oleh jaringan distribusi air bersih. Kondisi ini diperparah dengan ketiadaan cadangan air bersih yang dimiliki daerah.

Baca juga : Pandangan Fraksi-Fraksi DPRD Sidoarjo Soroti Sejumlah Isu Strategis dan Program Unggulan dalam RPJMD Kabupaten Sidoarjo 2025–2029

“Kita tidak memiliki persediaan air bersih sendiri. Ini menjadi masalah fundamental yang harus segera dicarikan solusinya,” ujar Raymond saat ditemui di Gedung DPRD Sidoarjo, Senin, (7/7/2025).

Selain persoalan akses, Raymond juga menyoroti mahalnya tarif air yang dinilai semakin memberatkan masyarakat. Menurutnya, tingginya biaya produksi dan distribusi menyebabkan tarif air menjadi tidak terjangkau bagi sebagian kalangan.

“Di tengah tekanan ekonomi, masyarakat tidak hanya dibebani dengan harga yang tinggi, tapi juga layanan yang lambat dan kurang responsif,” tegasnya.

Raymond Tara menyebutkan, respon lambat terhadap permohonan sambungan baru dan pengaduan warga menjadi contoh nyata lemahnya pelayanan PDAM. Ia juga menyoroti pengelolaan internal PDAM yang dinilai belum efisien, terutama dalam mengatasi kebocoran air dan keakuratan tagihan pelanggan.

Sebagai langkah solutif, Fraksi PDI Perjuangan mendorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mengambil langkah-langkah strategis. Di antaranya dengan memperluas jaringan pipa, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperbaiki sistem distribusi air.

“Kami mendorong pengelolaan PDAM yang lebih efisien agar biaya bisa ditekan dan layanan meningkat. Pemerintah juga harus mempercepat akses air bersih ke wilayah-wilayah yang selama ini terabaikan,” imbuh Raymond.

Ia menekankan pentingnya realisasi visi pelayanan publik yang mudah, murah, dan cepat. Namun menurutnya, prinsip tersebut selama ini masih sebatas slogan.

“Visi ‘mudah, murah, dan cepat’ masih menjadi sebatas pemikiran dalam tulisan. Realisasinya di lapangan masih jauh dari harapan masyarakat,” tutup Raymond.

Dengan perbaikan sistematis dan komitmen dari pemerintah daerah, Raymond Tara berharap layanan PDAM di Sidoarjo dapat benar-benar meningkatkan kualitas hidup warga dan menjadi penopang pembangunan berkelanjutan di daerah.

Sebelumnya, Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo menyoroti pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Delta Tirta, terutama mengenai target capaian, pembiayaan sambungan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), serta strategi pemenuhan air bersih dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sidoarjo tahun 2025–2029.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara DPRD, Kusumo Adi Nugroho, dalam sidang paripurna pandangan fraksi-fraksi terhadap Raperda RPJMD 2025-2029 di ruang sidang DPRD Sidoarjo, Selasa (1/7/2025). Legislator meminta PDAM menetapkan target yang jelas dan realistis dalam lima tahun ke depan, serta keterbukaan terkait alokasi anggaran APBD untuk pembiayaan sambungan MBR.

Salah satu poin penting yang menjadi perhatian legislatif adalah mekanisme pengelolaan PDAM Delta Tirta. DPRD meminta agar target-target perusahaan daerah tersebut ditegaskan secara rinci dalam RPJMD, terutama terkait sambungan air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), serta solusi jangka panjang menghadapi ancaman krisis air.

“Kami ingin tahu bagaimana rencana jangka panjang penyediaan air bersih untuk masyarakat Sidoarjo, terutama di tengah ancaman krisis air,” tegas Kusumo (had).

No More Posts Available.

No more pages to load.