Naas, TKI Asal NTB Sudah Dideportasi dari Taiwan Digendam di Terminal Purabaya

oleh -99 Dilihat

 

Foto Ilustrasi/ist

SIDOARJOterkini – Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, nasib itulah yang sedang dirasakan Sholehudin (31), betapa tidak pria asal Bima, Nusa Tenggara Barat yang merupakan seorang TKI tersebut baru saja di deportasi dari Taiwan tempatnya bekerja, Dan saat hendak balik ke daerah asalnya kena gendam di Terminal Purabaya, Senin (21/8).

Pria naas tersebut saat ini tengah ditampung di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Sidoarjo dan sudah dikonfirmasi keluarga dari Bima untuk segera dijemput.

“Korban ketika itu dari Taiwan dan sempat transit di Jakarta dan meneruskan perjalanan darat ke Surabaya,” kata Arif Budiman Relawan asal Kecamatan Taman.

Dikatakan Arif, saat tiba di Terminal Bungurasih, korban terlihat linglung dan diduga dia digendam oleh orang yang tidak dikenalnya

“Korban diantar oleh seseorang dari Terminal ke Mako Brimob Polda Jatim, Kecamatan Taman dan diturunkan disitu,” ujarnya.

Oleh petugas di Mako Brimob akhirnya Sholehudin diantarkan ke Polsek Taman. Saat ditanya petugas, korban seperti orang linglung, jadi terkadang jawab terkadang tidak.

Diketahui saat ditemukan, korban hanya membawa satu buah handphone dan dompet yang hanya berisi surat dari Taiwan, juga tiket bus menuju Bima.

“Dari HP tersebut, saya mencoba mencari kontak keluarga yang bisa dihubungi, namun HP tersebut masih Mode Taiwan sehingga tidak bisa dibuat telpon disini,” ungkapnya.

Saat itu juga, ia menelpon keluarganya dengan HP miliknya, dan pihak keluarga korban siap datang untuk menjemput korban.

Saat menunggu keluarga korban datang, pihaknya berkordinasi dengan Liponsos Sidoarjo untuk tempat menginap sementara, karena korban tidak ada tempat tinggal dan masih kondisi linglung.

Menurut informasi, keluarga korban akhirnya tiba di Liponsos Sidoarjo untuk menjemput korban pada Selasa (22/08) sekitar pukul 09.00.

Korban akhirnya bertemu dengan keluarganya. Isak tangis keluargapun pecah saat pertemuan tersebut.

“Sudah delapan tahun, ia merantau ke Taiwan dan tidak pernah pulang sama sekali, dan tiba-tiba ada kabar seperti ini, sedih rasanya,” kata Irwan Abiansyah kakak korban.

Menurutnya, saat perjalanan ke Indonesia, korban membawa koper dan tas ransel. “Tas ransel sudah kami temukan di bus yang ditumpanginya, untuk koper sudah perjalanan dibawa ke Bima,” ujarnya.

Dari informasinya, korban berencana akan melangsungkan pernikahan di Bima, akan tetapi kejadian tersebut menimbulkan trauma kepada korban.

“Rencana adik saya ini langsung kami bawa ke kampung halaman di Bima, Nusa Tenggara Barat,” pungkasnya. (cles)

No More Posts Available.

No more pages to load.