Polisi Ungkap Identitas Mayat Pria yang Ditemukan Tergeletak di Tol Sumo

oleh -377 Dilihat
Foto : Korban saat dilakukan evakuasi, Jumat, (23/6/2023).

 

Sidoarjosatu.com – Polisi berhasil mengidentifikasi Identitas mayat pria yang ditemukan terluka bersimbah darah tergeletak di KM 745 jalur B Tol Surabaya – Mojokerto (Sumo). Diketahui Mayat pria itu tersebut bernama Mohammad Wafi (48) warga Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo membenarkan, jika identitas mayat pria di jalan tol sudah ditemukan.

“Benar, korban warga Sampang,” kata Andaru, Jumat, (23/6/2023).

Dijelaskan, setelah melalui penyelidikan dan identifikasi terhadap mayat tersebut diketahui korban merupakan seorang pemulung dan tinggal di Bungurasih. Kecamatan Waru.

“Korban warga Sampang dan tinggal di kawasan Bungurasih. Sehari-hari bekerja sebagai pemulung,” ungkapnya.

Sementara, Karumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong AKBP dr. Eko Yunianto mengungkapkan bahwa proses identifikasi dan otopsi oleh tim forensik sudah selesai dilakukan dan keluarga korban datang pada dini hari selepas mendapat kabar dari pihak kepolisian.

“Beberapa luka yang diakibatkan kekerasan benda tumpul ditemukan di tubuh korban. Ada luka lecet seperti di wajah, dagu, serta memar di tubuh dada juga perut korban,” ungkap AKBP, dr. Eko.

Mengenai indikasi kematian, perwira berpangkat melati dua itu tidak berani memastikan. Akan tetapi dari pola luka sendiri diketahui mirip dengan luka akibat laka lantas. “Indikasi laka itu juga diperkuat dengan adanya luka patah seperti di tulang rusuk, panggul, dan paha. Jadi, bukan luka senjata tajam. Tapi kita tunggu sama-sama dari penyidik bagaimana apakah ada pengembangan ke arah pembunuhan atau tidak,” katanya.

Selain itu, Dokter Spesialis Forensik Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong dr. Ahmad Yudianto mengungkapkan bahwa sala satu pola luka akibat laka lantas yang nampak adalah dari bekas lecet di wajah, lengan, dan kaki.

Sementara itu penyebab utama kematian menurut AKBP dr. Eko adalah pendarahan di kepala yang membuat adanya luka terbuka selebar tiga sampai empat sentimeter akibat flaktur terngkorak. Flaktur tengkorak ini adalah kondisi, tulang kepala mengalai patah akibat jatuh atau terkena benda tumpul. Sehingga ada pendarahan di otak dan menjadi sebab korban berdarah-darah dan meninggal dunia.

Jasad Mohammad Wafi sendiri ditemukan tergeletak berlumuran darah di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) pada Jumat pagi (23/6) kemarin. (Had).

No More Posts Available.

No more pages to load.