Renungan Malam 1 Suro 1957 Saka dan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1445 Hijriyah

oleh -371 Dilihat

 

Sidoarjosatu.com – Persaudaraan Setia Hati dengan Pencak-Silatnya yang spesifikpun mengalami proses yang demikian dalam perjalanan hidupnya. Kalau dalam kenyataan dewasa ini terdapat pelbagai jenis “SH” itu soal biasa dalam proses, itu bukanlah perbedaan atau kebedaan yang absolut atau mutlak. Ketidak samaan itu pada umumnya terletak pada cara masing-masing masing-masing dalam usaha mencari kebenaran.

Padahal semua menyadari, bahwasanya tiada yang benar kecuali TUHAN. Jadi segala sesuatu yang tidak melandas kepada YANG MAHA ESA, tidak mungkin benar, tidak mungkin mencapai kebenaran yang sejati.

Oleh karena itu sebetulnya sangat disayangkan, jikalau dimana Negara sedang menggalang persatuan dan kesatuan demi Pembangunan di segala bidang, masih ada sementara Kadhang yang enggan atau belum bersedia mempersatukan diri, baik secara pribadi maupun secara lembaga.

Dalam derap Pembangunan dewasa ini, Persaudaraan Setia Hati dengan Pencak-Silat dan pembinaan Mental-Spiritual-nya, tidak boleh ketinggalan ikut serta memberikan saham partisipasinya baik secara pribadi maupun secara lembaga.
Sudah barang tentu saham itu khususnya di bidang seni bela-diri untuk memupuk “Kepercayaan pada diri sendiri” dalam rangka ketahanan Nasional.

Setiap insan SH, betapapun kelembagaannya tahu dan mengakui, bahwa pendiri Persaudaraan Setia Hati mula mula adalah Kadhang Sepuh almarhum Ki Ngabei Soerodiwirjo yang telah meninggal dunia pada tanggal, 10 Nopember 1944 di Winongo, Madiun.(**)

Arif Noermanuel
Ketua Cabang PSHW-TM Sidoarjo

No More Posts Available.

No more pages to load.