Rusunawa Pucang Memprihatinkan, Pendapatan Tembus Rp3 Miliar, Wabup Sidoarjo Soroti Pengelolaannya

oleh -51 Dilihat
oleh
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, saat melihat Rusunawa Pucang Sidoarjo. (Istimewa)

SIDOARJOSATU.Com – Sejumlah persoalan serius ditemukan oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, saat berkunjung ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pucang, Kabupaten Sidoarjo, pada Senin (10/8/2026).

Persoalan tersebut, nampak jelas adanya tumpukan sampah, fasilitas umum yang rusak, hingga minimnya tenaga kebersihan di area Rusunawa.

Wabup Sidoarjo, Mimik, saat menyusuri di tiga blok Rusunawa Pucang, berjalan dari Blok A, B, dan C tersebut banyak menemui kondisi lingkungan yang memprihatinkan.

BACA JUGA: Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Warga Dusun Jabon Grabagan Jaga Kerukunan dengan Gelar Orkes Dangdut

“Halaman rusun tampak kotor dan berlubang, sejumlah koridor minim penerangan, sementara beberapa bagian atap mengalami kebocoran yang cukup parah. Kondisi ini sangat memprihatinkan,” ujar Mimik.

Selain itu, kata Mimik, banyak keluhan penghuni yang rutin membayar sewa setiap bulan, namun haknya belum terpenuhi, terutama terkait fasilitas umum dan kebersihan.

Disebutkan, bahwa kondisi lingkungan yang kurang terawat dan tumpukan sampah menjadi persoalan juga yang dirasakan pada penghuni.

“Kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Hal ini akan menimbulkan dampak kerusakan yang lebih besar ketika segera tidak ditangani,” tegasnya.

Tak hanya persoalan fisik bangunan, Wabup Sidoarjo dari partai Gerindra tersebut juga menyoroti aspek administrasi pengelolaan rusunawa.

Ia meminta dilakukan pendataan ulang terhadap seluruh unit kamar agar pengelolaan hunian lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran.

BACA JUGA: Jumat Berkah Bernuansa Merah Putih, MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo Bagikan Voucher BBM Gratis untuk Ojol dan Warga

“Terakhir soal masalah administrasi, perlu dilakukan pendataan ulang kamar agar tertib dan tepat sasaran,” terang Mimik.

Kendati demikian, dikatakan bahwa tingkat hunian baru mencapai sekitar 85 masih. Namun, pendapatan dari rusunawa tersebut mampu mencapai lebih dari Rp 3 miliar setiap tahun.

“Kami menyayangkan mengapa sebagian dari pendapatan tersebut tidak dialokasikan secara proporsional untuk biaya perawatan (maintenance) dan renovasi gedung,” tandas Mimik.

Sehingga atas hasil kunjungan tersebut, Mimik meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tidak sekadar melakukan pengawasan dari belakang meja.

Ia menginstruksikan Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (P2CKTR) serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) turun langsung mengecek kondisi fisik maupun pengelolaan Rusunawa Pucang.

BACA JUGA: Nahas, Remaja 15 Tahun di Sidoarjo Tewas Terlindas Truk Fuso Saat Diduga Salip dari Kiri

Di sisi lain, Mimik juga mengajak penghuni Rusunawa Pucang turut menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, pembenahan fasilitas harus berjalan beriringan dengan kesadaran warga dalam menjaga lingkungan tempat tinggal.

“Tempat tinggal yang bersih mencerminkan penghuninya. Pemkab Sidoarjo akan terus memantau dan memperbaiki fasilitas agar rusunawa ini tidak sekadar menjadi tempat bernaung, tetapi juga menjadi ruang hidup yang aman, nyaman, dan layak,” pungkasnya. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.