Sehari Bersama Ombudsman dan Komisi II DPR RI, Terima Banyak Aduan hingga Kunjungan ke Lapas Porong

oleh -1211 Dilihat
SINERGIS: Ombudsman RI menggelar sosialisasi dan diskusi publik bertajuk Peningkatan Akses Pengaduan Pelayanan Publik di Edotel SMKN 1 Buduran, Sabtu (20/5).

SIDOARJOSATU.COM – Ombudsman RI menggelar sosialisasi dan diskusi publik bertajuk Peningkatan Akses Pengaduan Pelayanan Publik di Edotel SMKN 1 Buduran, Sabtu (20/5). Selain itu, kegiatan yang juga bersinergi dengan Komisi II DPR RI tersebut dilanjutkan dengan kunjungan ke Lapas Porong di hari yang sama.

Dalam sosialisasi, banyak keluhan yang ditampung oleh Ombudsman. Di antaranya mengadu soal polemik lahan kaitannya dengan sebuah BUMN di Sidoarjo. Soal pajak bumi bangunan yang diblokir di Surabaya.

Soal kondisi pelayanan pasar tradisional Sidoarjo, ganti rugi sewa stan pujasera Aloha, keberatan tarif sampah di TPA Jabon, dan keluhan besaran pajak usai mengikuti program PTSL. Keluhan tersebut berasal dari warga Sidoarjo dan Surabaya yang hadir di acara Ombudsman RI tersebut.

Anggota Ombudsman RI Jemsly Hutabarat menyampaikan terkait fungsi dari adanya Ombudsman untuk kesejahteraan masyarakat.

“Fungsi ini adalah mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintah baik pusat maupun daerah. Termasuk yang diselenggarakan oleh BUMN serta badan swasta atau perorangan yang diberi tugas menyelenggarakan pelayanan publik tertentu,” ujar Jemsly.

Anggota Komisi II DPR RI Rahmat Muhajirin mengatakan, siap menghimpun seluruh persoalan pengaduan masyarakat untuk dilaporkan ke Ombudsman. Seluruh pengaduan dari peserta akan dibantu ke Ombudsman untuk bisa diperhatikan.

“Ke depan Ombudsman RI harus diperkuat peran serta SDM-nya agar bisa lebih optimal dalam mengawasi kualitas pelayanan publik di negara ini,” ujarnya.

APRESIASI: Ombudsman RI dan Anggota DPR RI Rahmat Muhajirin (kiri) berkunjung ke Lapas Porong.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Lapas Porong, rombongan diterima langsung Jalu Yuswa Panjang selaku Kalapas kelas I Surabaya di Porong. Jemsly bersama Rahmat Muhajirin dan rombongan meninjau dan melihat kondisi Lapas yang kini menampung 1.500 warga binaan itu.

Sidak diawali di bengkel kerajinan mebel kayu di sisi selatan dalam. Warga binaan memproduksi mebel dan kerajinan dari kayu, serta pemasarannya yang sudah menembus luar negeri.

Selanjutnya, rombongan melihat dari dekat kondisi blok narapidana dengan vonis mati dan seumur hidup di sisi timur.

Jamesly menyatakan, dari pantauan langsung di dalam Lapas, secara keseluruhan berjalan baik.

“Kita lihat layanan kepada narpidana sudah sangat baik. Banyak produksi yang dikerjakan oleh para narpidana di dalam,” terang Jamesly.

Hal senanda disampaikan Rahmat Muhajirin. Dia juga mengapresiasi kinerja Lapas I Surabaya dalam membina warga binaannya. “Saya kira sudah bagus kinerja Kalapas dan seluruh staf,” ungkap Rahmat. (SS-1)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.