SIDOARJOSATU.COM – Semangat hidup sehat dan kebersamaan mewarnai kegiatan LemburRUN Night Fun Run 5K yang digelar Universitas Ma’arif Hasyim Latif (UMAHA), Jumat (30/10/2026). Kegiatan olahraga santai yang mengusung semangat berlari di tengah kesibukan pekerjaan ini diikuti ratusan peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.
Mengusung konsep “Untuk Penikmat Lari, Tapi Terbatas Kerjaan”, LemburRUN hadir sebagai ruang bagi para pencinta olahraga lari yang memiliki keterbatasan waktu akibat rutinitas pekerjaan. Kegiatan ini menjadi alternatif positif untuk melepas penat setelah beraktivitas sekaligus menjaga kebugaran tubuh.
Dengan titik kumpul di Kantin Arus UMAHA mulai pukul 18.30 WIB, para peserta mengikuti tantangan lari sejauh 5 kilometer dengan rute yang dimulai dan berakhir di lingkungan kampus UMAHA. Para pelari menyusuri jalur sepanjang kawasan kampus dengan suasana malam yang menghadirkan pengalaman olahraga berbeda, penuh semangat, dan kebersamaan.
Baca juga : dr. Hidayatullah Sp.N., Merawat Pengabdian dari Ruang Praktik hingga Ruang Akademik
Antusiasme ratusan peserta menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus sarana mempererat hubungan sosial. Tidak hanya berorientasi pada pencapaian jarak dan kecepatan, LemburRUN juga mengedepankan semangat partisipasi, kesehatan, dan kebersamaan tanpa memandang latar belakang peserta.
Rektor UMAHA, dr. Hidayatullah, Sp.N., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti LemburRUN merupakan inisiatif positif yang perlu terus dikembangkan karena kesehatan dan produktivitas merupakan dua hal yang saling berkaitan.
“Kesibukan pekerjaan dan aktivitas akademik jangan sampai membuat kita melupakan kesehatan. Melalui LemburRUN, UMAHA ingin mengajak masyarakat, khususnya mahasiswa dan para pekerja, untuk tetap meluangkan waktu berolahraga. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah event, tetapi menjadi awal tumbuhnya budaya hidup sehat, kebersamaan, dan kepedulian terhadap kesehatan di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ungkap putra almarhum KH.Munir Hasyim Latief, ulama kharismatik sekaligus komandan Laskar Hizbullah dan pendiri Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) Sepanjang itu.
Nama dr. Hidayatullah,Sp.N. selain terkenal dengan profesinya sebagai Rektor UMAHA dan dokter spesialis saraf lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini, akhir akhir ini juga santer disebut sebut sebagai salah satu figur yang diperbincangkan dalam dinamika kepemimpinan Tanfidziyah PCNU Sidoarjo periode 2026–2031.
Dengan rekam jejak segudang prestasi dan penghargaan yang dimiliki Rektor UMAHA ini, beliau juga tercatat sebagai inisiator Pembentukan Organisasi ARSINU ( Asosiasi Rumah Sakit NU), Pilot Project Nasional Pelayanan JKN berbasis IT untuk pelayanan di Rumah Sakit, RS dengan konsep Green Building dan seabrek lainnya.
Hal ini sesuai dengan visi misinya terkait kesehatan, yakni Berfokus pada peningkatan layanan Kesehatan masyarakat yang Islami, professional, dan peduli pada kaum dhuafa melalui berbagai pilar program strategis.
Sementara itu, Ketua Pelaksana LemburRUN, Anang Surohman Hidayat, S.M., M.Sn., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang dengan konsep sederhana, santai, tetapi tetap memberikan pengalaman berolahraga yang berkesan.
“Nama LemburRUN kami hadirkan sebagai representasi teman-teman yang sebenarnya memiliki semangat dan hobi berlari, tetapi sering terkendala kesibukan pekerjaan. Karena itu, kami mencoba menghadirkan ruang untuk tetap bisa berolahraga setelah jam kerja. Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat luar biasa. Ratusan mahasiswa dan masyarakat umum turut bergabung dalam kegiatan ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, LemburRUN bukan sekadar kegiatan lari bersama, melainkan juga menjadi wadah membangun jejaring pertemanan, mempererat kebersamaan, serta memperkenalkan lingkungan UMAHA sebagai ruang aktivitas positif yang terbuka bagi masyarakat.
Melalui LemburRUN, UMAHA berharap semakin banyak masyarakat yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Sebab, di tengah tuntutan pekerjaan dan aktivitas yang semakin padat, menjaga kesehatan bukanlah pilihan yang bisa ditunda, melainkan kebutuhan yang harus menjadi prioritas. (*)






