Sidoarjo Bidik Penghargaan Swasti Saba Wistara, Wujud Nyata Komitmen Jadi Kabupaten Sehat

oleh -381 Dilihat
oleh
Foto : Bupati Sidoarjo, H. Subandi bersama jajaran Forkopimda dan OPD saat paparan kepada tim verifikator KKS secara daring dari Pendopo Delta Wibawa, Selasa (5/8/2025).

SIDOARJOSATU.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menargetkan meraih penghargaan Swasti Saba Wistara, predikat tertinggi dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tingkat nasional. Langkah ini merupakan kelanjutan dari capaian sebelumnya, yakni predikat Wiwerda yang diperoleh pada 2019.

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menyatakan bahwa pencapaian ini bukan semata demi penghargaan, melainkan bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini disampaikan dalam paparan kepada tim verifikator KKS secara daring dari Pendopo Delta Wibawa, Selasa (5/8/2025).

“Penghargaan Wistara adalah bukti keseriusan kita dalam mewujudkan Sidoarjo sebagai kabupaten sehat. Tapi lebih dari itu, ini soal pelayanan, soal bagaimana masyarakat bisa hidup dengan lebih baik,” tegas Subandi.

Baca juga : Dukung Program Presiden, Wamenag RI Pantau Langsung Cek Kesehatan Gratis di Sidoarjo

Pemkab Sidoarjo kini memfokuskan program pada pemenuhan sembilan tatanan kabupaten sehat, antara lain kawasan tanpa rokok (KTR), pasar sehat, sekolah ramah anak, serta penanganan stunting. Inovasi seperti aplikasi SiCantik (Sidoarjo Cegah Anak Stunting), layanan sedot tinja berkala, dan program Jihad Rawat Kali menjadi andalan dalam proses penilaian.

“Jihad Rawat Kali adalah gerakan bersama dalam menjaga kebersihan sungai yang melibatkan OPD, komunitas dan masyarakat,” kata Subandi.

Ia juga mengungkapkan keberhasilan Sidoarjo dalam menekan angka stunting dari 3,17 persen menjadi 2,24 persen, serta meraih status kabupaten Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan (BABS).

Di bidang layanan kesehatan, Pemkab Sidoarjo terus memperluas jangkauan Upaya Kesehatan Kerja (UKK) di pasar-pasar dan layanan bagi penderita TBC, terutama di lingkungan kerja informal. Perhatian juga diberikan pada kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan lansia, serta penguatan pelayanan sosial dan mitigasi bencana di kawasan rawan.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmi Herawati Yuwantina, menyatakan pihaknya bersama Forum Kabupaten Sehat terus aktif melakukan pendampingan dan verifikasi lapangan guna memastikan semua indikator nasional terpenuhi.

“Kami terus dorong agar sembilan tatanan kabupaten sehat bisa terpenuhi. Saat ini, berbagai inovasi sudah dijalankan, mulai dari penguatan desa siaga, penataan kawasan tanpa rokok, hingga pengolahan limbah domestik yang ramah lingkungan,” ujar dr. Lakhsmi.

Dengan kolaborasi hexahelix melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat, Pemkab Sidoarjo optimistis bisa meraih predikat Wistara dan mewujudkan lingkungan hidup yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya. (Had).

No More Posts Available.

No more pages to load.