Tidak Layak Pakai, Pemkab Sidoarjo Bakal Bangun Jembatan di Tarik Tahun 2027

oleh -79 Dilihat
oleh
Bupati Sidoarjo, Subandi, saat melakukan sidak ke Desa/Kecamatan Tarik, Sidoarjo. (Sidoarjosatu.com)

SIDOARJOSATU.COM — Bupati Sidoarjo, Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke jembatan penghubung lintas kabupaten di Desa/Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu 2 Mei 2026. Bupati menemukan kondisi jembatan sudah tidak layak pakai dan berpotensi tinggi membahayakan pengguna jalan.

Selain itu, ecara fisik tampak jembatan yang telah berusia tua itu mengalami kerusakan serius. Konstruksinya menurun, posisi jembatan yang lebih rendah dari badan jalan, lebar yang sempit, serta minimnya fasilitas pengaman semakin meningkatkan risiko kecelakaan.

Bahkan, pagar pembatas yang seharusnya melindungi pengguna jalan kini hanya tersisa di satu sisi. Sementara sisi lainnya mengalami kerusakan parah.

Sebagai langkah darurat, warga setempat sempat memasang tali rafia di bagian jembatan yang rusak sebagai penanda bagi pengendara. Namun, upaya tersebut kini tidak lagi terlihat.

Baca juga: Akselerasi Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih, di Sidoarjo, Forkopimda Solid Beri Dukungan

“Sengaja dipasang tali rafia oleh warga, tapi sekarang sudah lepas. Kalau tidak ada rambu, dikhawatirkan pengendara bisa jatuh ke sungai. Apalagi kalau berpapasan mobil, dikira jembatannya lebar, padahal tidak muat,” ujar Efendi (36), warga setempat.

Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan sebenarnya telah direncanakan pada tahun sebelumnya. Namun, rencana itu terpaksa ditunda akibat kebijakan efisiensi anggaran.

“Seharusnya tahun lalu sudah dibangun, tetapi karena efisiensi, akhirnya ditunda,” ungkap Subandi.

Meski demikian, Pemkab Sidoarjo memastikan pembangunan jembatan akan kembali dijadwalkan karena perannya yang vital sebagai akses penghubung antar kabupaten.

“Ini jembatan penghubung antar kabupaten, sehingga akan kita bangun pada tahun 2027. Sementara itu, perbaikan darurat juga harus segera dilakukan,” tegasnya.

Subandi juga mengemukakan bahwa proses pembangunan bakal ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun 2027.

Baca juga: Korupsi Dana CSR Desa Entalsewu Sidoarjo Rp2,08 Miliar, Tujuh Terdakwa Jalani Sidang Dakwaan di PN Tipikor Surabaya

“Sekitar Maret atau April sudah mulai ada pembangunan,” tegasnya.

Selain pembangunan ulang, ia juga menekankan pentingnya normalisasi di sekitar area jembatan guna mendukung kelancaran fungsi infrastruktur tersebut.

“Kondisi di sekitar juga perlu dinormalisasi agar aliran dan fungsi jembatan berjalan optimal,” terangnya.

Dengan rencana pembangunan dan perbaikan tersebut, diharapkan akses transportasi antara Kabupaten Sidoarjo dan Mojokerto menjadi lebih aman dan lancar. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.