SIDOARJOSATU.COM – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana menghadiri acara tahlil dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara bertema “Tahlil Mubarok Do’a Untuk Negeri” itu digelar Pemerintah Kecamatan Krian di Pendopo Kantor Kecamatan Krian, Rabu malam (27/8), dengan diikuti ratusan santri.
Acara dipimpin langsung oleh KH. Achmad Zamzuri, M.Pd, Pengasuh Pondok Pesantren Tanwirul Afkar, yang membimbing jamaah dalam doa dan tahlil untuk keselamatan bangsa. Doa dipanjatkan agar Indonesia senantiasa diberkahi, aman, tenteram, dan para pemimpin selalu diberi bimbingan untuk memimpin dengan amanah serta mengutamakan kepentingan rakyat.
Dalam sambutannya, Wabup Mimik Idayana menyampaikan rasa syukur dapat berdoa bersama para ulama, kiai, dan tokoh masyarakat. Ia berharap doa yang dipanjatkan membawa kebaikan bagi bangsa dan masyarakat Sidoarjo.
“Insya Allah doa dari para kiai, ulama, dan tokoh yang hadir malam ini akan menjadi wasilah agar negara kita baik-baik saja. Masyarakat Sidoarjo rukun, damai, tenteram, dan gemah ripah loh jinawi,” ujar Mimik.
Ia menambahkan, pemerintahan Subandi–Mimik yang baru enam bulan berjalan bertekad membangun Kabupaten Sidoarjo secara bertahap. “Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menata kabupaten ini dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Mimik juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang bijak agar kesejahteraan masyarakat benar-benar terwujud. Menurutnya, keberhasilan pemimpin ditandai dengan hilangnya fakir miskin di lingkungannya.
“Ini membutuhkan kerjasama seluruh masyarakat dan doa dari para kiai. Alhamdulillah berkat doa panjenengan, Insya Allah ke depan Sidoarjo akan lebih baik lagi,” ucapnya.
Ia menyinggung salah satu program prioritas Pemkab Sidoarjo, yaitu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Hingga saat ini, sekitar 50 persen program tersebut telah terlaksana. “Kalau ada tetangga yang rumahnya tidak layak, segera laporkan, supaya bisa kami tindak lanjuti,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Mimik Idayana mengajak seluruh jamaah untuk terus mendoakan agar Sidoarjo semakin diberkahi. Ia mengaku kerap tersentuh ketika turun langsung menyapa warga.
“Saya sering menangis karena masih banyak warga yang kekurangan. Kami bertekad menggunakan APBD semaksimal mungkin agar benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” tuturnya. (Had).





