5.500 Guru Ngaji Sidoarjo Terima Insentif Rp23 Miliar, Bupati Subandi Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Bisa Ngaji

oleh -36 Dilihat
oleh
(Tengah) Bupati Sidoarjo, Subandi di apit Ketua DPRD dan Dandim Sidoarjo. (Sidoarjosatu)

SIDOARJOSATU.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan keagamaan. Tahun 2026, sebanyak 5.500 guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kabupaten Sidoarjo mendapat insentif dengan total anggaran mencapai Rp23 miliar.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Bupati Sidoarjo, Subandi, terhadap keberadaan guru ngaji yang dinilai memiliki peran penting dalam membangun karakter dan moral anak sejak usia dini.

Secara simbolis, penyerahan insentif dilakukan Bupati Subandi kepada perwakilan guru TPQ di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (19/8/2026) malam.

Masing-masing guru TPQ menerima insentif sebesar Rp350 ribu per bulan atau Rp4,2 juta per tahun. Penerima insentif merupakan guru TPQ yang telah terdata dalam aplikasi Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo.

Bupati Subandi menegaskan, insentif tersebut bukan sekadar bantuan finansial. Lebih dari itu, program tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung para guru ngaji yang selama ini berperan langsung dalam membentuk fondasi keagamaan dan karakter generasi muda.

BACA JUGA: Golkar Sidoarjo Gelar Fun Mini Soccer, Delapan Parpol Bersatu dalam Semangat Silaturahmi

“Anggaran ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peran strategis guru ngaji dalam membangun karakter dan moral generasi muda sejak usia dini,” kata Subandi.

Menurutnya, pendidikan keagamaan menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sidoarjo.

Guru TPQ tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai akhlak dan moral kepada anak-anak.

Karena itu, Subandi mengajak para guru ngaji bersama-sama dengan pemerintah daerah memperkuat fondasi pendidikan anak.

“Ayo bareng-bareng membangun mental fondasi anak kita. Pemerintah daerah hadir memberikan insentif guru ngaji, kepingin anak-anak kita dapat fondasi semuanya iso ngaji. Niki yang penting,” ujarnya.

Subandi juga menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo berkomitmen agar program tersebut dapat terus berlanjut.

Bahkan, jumlah penerima insentif berpotensi bertambah apabila seluruh guru TPQ telah masuk dalam pendataan EMIS.

Ia meminta guru TPQ yang belum menyelesaikan administrasi EMIS segera melengkapinya. Data tersebut menjadi salah satu syarat penting untuk mendapatkan insentif dari Pemkab Sidoarjo.

BACA JUGA: Sidang Kasus Tanah Eks Gogol Mulyodadi Kecamatan Wonoayu, Empat Saksi Bantah Terima Uang dari Terdakwa Kades

“Kalau data EMIS ini masuk, InsyaAllah tetap akan kita realisasikan dalam PAK. Apabila data EMIS-nya semisal 8.000 guru, InsyaAllah Bupati dan DPRD akan merealisasikan 8.000,” tegasnya.

Subandi berharap program tersebut tidak berhenti pada pemberian insentif, tetapi juga mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, guru TPQ dan masyarakat dalam memastikan anak-anak Sidoarjo memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur’an.

“Kulo pesen teng panjenengan, ayo sareng-sareng anak-anak kita, Bupati, Wakil Bupati direncangi, minterno anak-anak ben saget ngaji,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Kepala (FKK) TPQ Kabupaten Sidoarjo, H. Saifullah, menyambut positif keberlanjutan program insentif tersebut. Ia mengapresiasi perhatian Pemkab Sidoarjo terhadap guru TPQ yang menurutnya telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang mulai tahun 2006 sampai hari ini 2026, sudah 20 tahun selalu memberikan insentif kepada guru TPQ di Kabupaten Sidoarjo,” kata Saifullah.

Meski demikian, Saifullah menyebut masih terdapat guru TPQ yang belum dapat menerima insentif karena belum menyelesaikan pendataan melalui EMIS.

BACA JUGA: Pendapatan Sidoarjo Dipangkas Rp83,44 Miliar, DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026

“Manakala ada guru-guru TPQ yang belum selesai dan beres untuk EMIS-nya, maka mereka tidak mendapatkan insentif karena itu masuk dalam juknis penerima insentif Kabupaten Sidoarjo yang sudah ditandatangani di tahun 2024,” jelasnya.

Karena itu, FKK TPQ Sidoarjo akan mendorong para guru untuk segera menyelesaikan proses pendataan. Saifullah menyebut saat ini hampir 85 persen guru TPQ telah menyelesaikan proses EMIS.

Ia optimistis jumlah penerima insentif akan meningkat pada 2027.

“InsyaAllah sudah hampir 85 persen untuk bisa menyelesaikan EMIS, sehingga kami yakin nanti di 2027 lebih dari 5.000 yang akan mendapatkan insentif karena EMIS-nya sudah terselesaikan,” pungkasnya. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.