Arzeti Bilbina Ajak Warga Sidoarjo Wujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas Melalui Program Bangga Kencana

oleh -471 Dilihat
oleh
Foto : Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Jatim I, Dr. Hj. Arzetti Bilbina saat menghadiri Sosialisasi Program Bangga Kencana di Kecamatan Krembung, Sidoarjo.

SIDOARJOSATU.COM – Anggota Komisi IX DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur I, Dr. Hj. Arzeti Bilbina, mengajak masyarakat Kecamatan Krembung, Sidoarjo, untuk aktif mendukung Program Bangga Kencana sebagai langkah nyata menciptakan keluarga yang berkualitas menuju Indonesia Emas.

Hal ini disampaikan Arzeti saat menghadiri Sosialisasi Program Bangga Kencana yang digelar di Kantor Kecamatan Krembung. Dalam sambutannya, Arzeti menegaskan pentingnya perencanaan keluarga untuk menciptakan generasi emas Indonesia.

Program Bangga Kencana sendiri merupakan program unggulan BKKBN yang menitikberatkan pada pembangunan keluarga melalui perencanaan yang matang, pendidikan, dan kesehatan reproduksi.

“Segala sesuatu kalau direncanakan tentu akan menjadi keren. Bicara keluarga berencana itu bukan sekadar slogan, tapi masa depan. Keluarga berencana, keluarga berkualitas untuk Indonesia Emas,” ujar Arzeti di hadapan para peserta.

Menurut politisi dari Fraksi PKB itu, keluarga adalah garda terdepan dalam membangun bangsa. Oleh karena itu, setiap orang tua harus menjadi figur utama dalam mendidik anak-anaknya dengan nilai-nilai agama, ilmu, dan tanggung jawab.

“Kita ingin menjadi muslim yang berkelas, berilmu, dan cerdas, agar bisa menjadi orang tua yang bermanfaat bagi masa depan anak-anak kita,” kata Arzeti.

Foto : Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Arzetti Bilbina

Kegiatan sosialisasi ini juga diwarnai dengan yel-yel interaktif dan nyanyian bersama peserta yang menunjukkan semangat dan komitmen terhadap Program Bangga Kencana.

“Kalau saya bilang BKKB, jawabnya apa? Kompak, hebat! Karena dari keluarga yang rukun dan sehat, akan lahir generasi harapan bangsa,” seru Arzeti, disambut antusias oleh para peserta.

Arzeti juga mengajak seluruh hadirin untuk terus menyebarkan semangat Program Bangga Kencana agar semakin banyak keluarga yang sadar akan pentingnya perencanaan keluarga.

“Mari kita bersama-sama menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam menciptakan keluarga bahagia dan sejahtera. Dari keluarga berkualitas, lahirlah Indonesia yang tangguh,” pungkasnya.

Foto : Pranata Humas Ahli Madya dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (sebelumnya BKKBN), Ratna Juita Razak (Sidoarjosatu)

Sementara, Pranata Humas Ahli Madya dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (sebelumnya BKKBN), Ratna Juita Razak, menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.

Dalam kegiatan sosialisasi Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting, Ratna menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan juga pada keterlibatan aktif masyarakat, khususnya para orang tua.

“Bangsa kita bisa maju dan berjaya dimulai dari SDM-nya, dari anak-anak kita. Maka perencanaan keluarga yang baik menjadi sangat penting,” ujar Ratna.

Ratna juga menyoroti peran ibu dan ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Menurutnya, pendampingan sejak dini, termasuk pada fase perencanaan keluarga, sangat penting untuk mencegah lahirnya anak-anak yang berisiko stunting.

Ratna juga memperkenalkan program unggulan baru Kementerian, di antaranya Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting, Tamasya (Taman Asuh Anak) bagi ibu bekerja, serta Lansia Berdaya untuk mendorong partisipasi aktif kelompok lanjut usia.

“Kita cari orang-orang yang punya kepedulian terhadap anak-anak stunting. Bantuan bukan hanya dari segi makanan, tapi juga perbaikan sanitasi hingga rumah layak huni bagi keluarga risiko stunting,” jelas Ratna.

Ia juga menekankan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak, agar tercipta hubungan emosional yang kuat dan mencegah anak dari berbagai risiko sosial seperti kenakalan remaja dan penyalahgunaan teknologi.

“Anak-anak harus didampingi, diajak bicara. Jangan dibiarkan sendiri dengan gadget-nya. Kolaborasi ayah dan ibu dalam pengasuhan sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologis anak,” tambahnya.

Dengan perubahan status BKKBN menjadi kementerian, kini bernama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratna berharap program-program tersebut dapat semakin menjangkau masyarakat luas.

“Mohon dukungan semua pihak, karena yang kita perjuangkan bukan hanya data, tapi masa depan generasi bangsa,” tandasnya. (Had).

No More Posts Available.

No more pages to load.