Bupati Subandi Sidak RTLH dan Salurkan Bantuan untuk Warga Rentan

oleh -34 Dilihat
oleh
Bupati Sidoarjo, Subandi, saat mengunjungi warga rentan di Kecamatan Tarik. (Sidoarjosatu.com)

SIDOARJOSATU.COM – Bupati Sidoarjo, Subandi, bergerak langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pada Sabtu 2 Mei 2026 di Desa/Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati juga menyerahkan bantuan kursi roda kepada lansia dan warga yang menderita sakit. Ia juga melakukan penyaluran bantuan sosial berupa kebutuhan pokok bagi warga kurang mampu.

“Langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo hadir dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Bupati Sidoarjo, Subandi, saat dikonfirmasi di lokasi.

Baca juga: Karangan Bunga Misterius Kritik Integritas Inspektorat Sidoarjo

Menurutnya, mereka yang tinggal di hunian tidak layak maupun warga yang membutuhkan alat bantu seperti kursi roda, seyogyanya bisa memberikan dampak positif bagi mereka.

Disisi lain, Bupati juga menghimbau kepada Dinas Kesehatan melalui Puskesmas untuk selalu melakukan kunjungan terhadap warga yang sakit. Baik lansia maupun anak-anak.

Hal tersebut tercermin saat Bupati mengunjungi sejumlah warga yang membutuhkan perhatian khusus, di antaranya Aiswa Maula Sholima (8) yang mengalami kelumpuhan, Muhammad Abinara Alfarizqi (2,5) yang menderita hidrosefalus sejak lahir, serta Waginten (70), seorang lansia.

“Melalui kunjungan dan pendampingan rutin, kondisi kesehatan warga dapat terus terpantau sehingga penanganan medis bisa diberikan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Baca juga: Picu Kericuhan Saat Ditertibkan Satpol-PP, Oknum PKL Alun-Alun Sidoarjo Minta Maaf

Sementara, dalam sidak Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Bupati tidak hanya meninjau langsung kondisi hunian warga yang jauh dari standar kelayakan, tetapi juga memastikan bantuan perbaikan benar-benar tepat sasaran.

Sejumlah rumah yang dikunjungi di antaranya milik Abdul Kholik (64), yang tinggal bersama empat anaknya dengan kondisi dinding anyaman bambu yang sudah lapuk, serta Suwondo (56), seorang petani yang hidup seorang diri. Keduanya dinilai sangat layak menerima bantuan perbaikan rumah.

“Perbaikan rumah akan dilakukan dari nol melalui penataan ulang, dengan dukungan utama dari Baznas. Kami juga mendorong partisipasi masyarakat melalui swadaya agar proses pembangunan berjalan sinergis dan dapat selesai tepat waktu,” pungkasnya. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.