Cap Lima Jari Warnai MPLS Ramah KB-TK Al Muslim: Awal Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah

oleh -408 Dilihat
oleh
Foto : Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah disambut antusias oleh anak-anak dan orang tua di KB-TK Al-Muslim, Senin, (14/7/2025).

SIDOARJOSATU.COM – Suasana hangat dan penuh warna mewarnai hari pertama sekolah siswa KB-TK Al Muslim, Senin (14/7/2025). Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah disambut antusias oleh anak-anak dan orang tua. Salah satu momen paling berkesan adalah kegiatan cap lima jari—simbol komitmen awal sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak-anak usia dini.

Sejak pagi, halaman dan hall KB-TK Al Muslim dipenuhi canda tawa anak-anak dan orang tua. Setelah senam bersama, kegiatan dibuka secara resmi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Al Muslim, dilanjutkan sambutan Kepala Sekolah, Siti Aminah.

“Pendidikan anak usia dini adalah masa emas yang tidak akan terulang. Di sinilah pondasi karakter, kecerdasan, dan kepemimpinan anak dibentuk. Kami tidak bisa bekerja sendiri—kerjasama orang tua sangat penting,” ujar Siti Aminah dalam sambutannya.

Baca juga : Bupati Sidoarjo Resmikan Program Beasiswa Pendidikan Tinggi 2025: “Tak Boleh Ada Anak Gagal Kuliah Karena Ekonomi”

Setelah sesi pembukaan, setiap siswa dipanggil satu per satu untuk menyematkan nama masing-masing, didampingi orang tua atau guru. Momentum ini mempererat hubungan emosional antara anak dan sekolah. Senyum semangat terpancar dari wajah-wajah kecil yang antusias menyambut pengalaman baru.

Puncak keceriaan terjadi saat sesi cap lima jari. Di atas kain putih sepanjang empat meter, siswa bersama ayah dan bunda mereka menempelkan telapak tangan penuh warna. Tak sekadar aktivitas seni, sesi ini punya nilai edukatif.

“Finger painting melatih motorik halus, mengenal warna, hingga meningkatkan imajinasi dan percaya diri anak,” jelas Aminah.

Ayah Ronald dari KB Mekar-2 tampak mendampingi putranya dengan penuh semangat. Begitu juga Bunda Fasya dari TK A-1, yang antusias menyaksikan anaknya bereksperimen dengan warna.

Salah satu orang tua, Febry Wicaksono, berbagi pengalaman menarik tentang putra kembarnya, Alby dan Kinara.

“Awalnya saya khawatir Alby enggan menyentuh cat. Tapi ternyata dia malah senang sekali. Alhamdulillah, dia bisa menikmati finger painting dengan happy,” kata Febry sambil tersenyum.

Kegiatan MPLS Ramah ini tak hanya berfokus pada adaptasi, tetapi juga pembentukan karakter. Dalam setiap sesi, siswa diajarkan nilai-nilai kepemimpinan sederhana—seperti merapikan barang sendiri, memimpin doa, hingga menjaga barisan. Hal ini sejalan dengan visi KB-TK Al Muslim untuk mencetak generasi pemimpin rahmatan lil alamin.

“Kami ingin siswa mampu menjadi pemimpin, minimal untuk dirinya sendiri. Karena dari kepemimpinan diri lahir kepemimpinan yang lebih luas,” tambah Aminah.

Sebagai penutup, anak-anak bermain bersama orang tua dan pulang membawa balon karakter kesukaan mereka. Harapannya, esok hari mereka kembali ke sekolah dengan semangat yang lebih besar. (Had).

No More Posts Available.

No more pages to load.