Job Fair Hybrid 2026 Sidoarjo Buka 4.246 Lowongan, 60 Perusahaan Siapkan 298 Posisi

oleh -28 Dilihat
oleh
Pj Sekda Sidoarjo M. Ainur Rahman bersama Ketua DPRD Abdillah Nasih, dan juga Kadis Ketenagakerjaan Dwi Eko Saptono, bersama para stakeholder terkait saat membuka Job Fair Hybrid 2026 Sidoarjo. (Sidoarjosatu.com/zal)

SIDOARJOSATU.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo resmi membuka Bursa Kerja Terbuka (Job Fair) Hybrid 2026 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur, Selasa (3/11/2026).

Sebanyak 60 perusahaan menyediakan 4.246 lowongan pekerjaan, baik di dalam maupun luar negeri, untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Job Fair Hybrid 2026 menjadi salah satu upaya konkret Pemkab Sidoarjo menekan angka pengangguran sekaligus merealisasikan komitmen Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo dalam program penciptaan 100 ribu lapangan kerja baru.

Pembukaan kegiatan dilakukan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo M. Ainur Rahman bersama Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasih.

BACA JUGA: Bupati Sidoarjo Minta Kades dan Lurah Awasi Gerai KDKMP, Pastikan Koperasi Beroperasi Secara Berkelanjutan

Dalam sambutan Bupati Sidoarjo Subandi yang dibacakan M. Ainur Rahman, disampaikan bahwa Sidoarjo sebagai salah satu kawasan penopang utama megapolitan Gerbangkertosusila mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif.

Pertumbuhan ekonomi Sidoarjo meningkat dari 5,54 persen pada 2024 menjadi 5,63 persen pada 2025. Sektor industri manufaktur masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi mencapai 49,45 persen atau hampir separuh dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Kinerja investasi juga menunjukkan tren menggembirakan. Hingga semester pertama 2026, realisasi investasi di Kabupaten Sidoarjo mencapai Rp7,7 triliun dari target Rp15,7 triliun. Investasi tersebut menyerap tenaga kerja sebanyak 8.485 orang.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan investasi, angka kemiskinan di Sidoarjo turun dari 4,53 persen pada 2024 menjadi 4,40 persen pada 2025.

“Capaian ini menempatkan Sidoarjo di urutan ke-34 dari 38 kabupaten/kota dengan tingkat kemiskinan tergolong rendah di Jawa Timur,” kata Ainur Rahman.

Meski sejumlah indikator makroekonomi menunjukkan tren positif, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) masih menjadi tantangan serius bagi Pemkab Sidoarjo.

TPT Sidoarjo memang turun 0,74 poin, dari 6,49 persen pada 2024 menjadi 5,75 persen pada 2025. Namun, angka tersebut masih tergolong tertinggi di Jawa Timur.

Karena itu, Pemkab Sidoarjo menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja.

BACA JUGA: Kades Mulyodadi Nonaktif di Sidoarjo Dituntut 5 Tahun Penjara, Uang Pengganti Rp1,045 Miliar

“Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah. Dalam pembukaan Bursa Kerja Terbuka 2026, sebanyak 60 perusahaan dan lembaga berpartisipasi menyediakan 4.246 lowongan pekerjaan yang mencakup 298 posisi jabatan,” ujarnya.

Ainur Rahman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha yang berpartisipasi dalam Job Fair 2026. Apresiasi khusus diberikan kepada perusahaan yang membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016.

Pemkab Sidoarjo berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah daerah berharap kegiatan bursa kerja ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sidoarjo secara nyata,” harapnya.

Diwaktu sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengatakan, persoalan ketenagakerjaan saat ini menghadapi kondisi yang paradoks. Pencari kerja mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan, sementara perusahaan juga kesulitan memperoleh tenaga kerja sesuai kebutuhan.

Menurutnya, Job Fair menjadi salah satu solusi untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara mudah, cepat, transparan, dan terarah. Dengan demikian, proses penempatan tenaga kerja diharapkan dapat berlangsung lebih efektif.

“Dalam idiom Jawa, kondisi ini disebut tetuku seng tuku ora teka-teka, seng dituku ya ora tuku-tuku. Artinya, ada kesenjangan yang harus kita jembatani,” ujar Dwi Eko.

Pelaksanaan Job Fair tahun ini kembali mengusung konsep hybrid atau perpaduan layanan online dan offline, seperti tahun sebelumnya.

Pendaftaran dan pelamaran online berlangsung mulai 29 Oktober hingga 5 November 2026. Sementara proses seleksi lamaran oleh perusahaan dijadwalkan berlangsung hingga akhir 2026 dan akan terus dipantau Disnaker Sidoarjo.

BACA JUGA: Pemkab Sidoarjo Dorong BPD Mliriprowo Gelar Musdes Pemberhentian Kades Mamok Widodo

“Metode hybrid ini membuat pencari kerja lebih mudah mengakses informasi dan melamar berbagai lowongan pekerjaan. Di pihak perusahaan juga lebih mudah dalam proses seleksi serta dapat menjangkau kandidat yang lebih luas dan sesuai dengan kebutuhan,” katanya.

Dwieko menyebut, lowongan pengemudi taksi listrik menjadi salah satu peluang kerja lokal terbesar dalam Job Fair tahun ini, dengan kebutuhan mencapai 800 tenaga kerja.

Sedangkan untuk peluang kerja luar negeri, PT KMI membuka lowongan terbesar dengan kebutuhan mencapai 1.400 tenaga kerja yang akan ditempatkan di kawasan Asia.

Dwieko berharap Job Fair Hybrid 2026 mampu menjadi jembatan efektif bagi masyarakat Sidoarjo untuk mendapatkan pekerjaan. Ia juga mengimbau para pencari kerja tetap optimistis dan memanfaatkan kesempatan yang tersedia.

“Kami berharap Job Fair pada hari ini dapat menjadi jembatan yang efektif untuk mengantarkan masyarakat Sidoarjo mendapatkan pekerjaan. Bagi pencari kerja, saya harap tetap memiliki pikiran positif, karena Pemerintah Kabupaten Sidoarjo selalu berupaya maksimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (zal)

No More Posts Available.

No more pages to load.